Headlines
Loading...
Kasi Bimas Islam H. Astono, M.H.I.; Pertahankan Nilai Moralitas Demi Tegaknya NKRI Tanpa Mengesampingkan Nilai Estetika Dan Seni

Kasi Bimas Islam H. Astono, M.H.I.; Pertahankan Nilai Moralitas Demi Tegaknya NKRI Tanpa Mengesampingkan Nilai Estetika Dan Seni

BONDOWOSO, Zonapostindonesia.com – Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kabupaten Bondowoso menyelenggarakan kegiatan halal bihalal dengan tema ‘Teguhkan Semangat Beragama Dalam Bingkai NKR Ala Aswaja’ di Masjid Al-Azhar kecamatan Wonosari kabupaten Bondowoso, kemarin, Kamis, (19/05/202)

Hadir pada kegiatan tersebut, H. Astono, M.H.I., Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, KH. Husen Ismail Ketua Takmir Masjid Al-Azhar Wonosari, KH. Anwar Syafi’i, dan seluruh Penyuluh Agama Islam PNS dan Non PNS Kabupaten Bondowoso.

Dalam sambutannya H. Astono, menyampaikan keberadaan penyuluh agama Islam sejak awal sampai saat ini, sudah banyak sekali melakukan perubahan dan peningkatan kinerja dalam melaksanakan kewajiban untuk merespon dinamika kehidupan keberagamaan masyarakat di tingkat KUA Kecamatan Masing-masing.

Untuk itu, lanjut ia penyuluh agama Islam harus mampu memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan baik itu berupa pembinaan maupun pemberdayaan kepada masyarakat tanpa harus menghilangkan nilai estetika dan nilai seni yang ada di wilayah binaannya, seperti bangunan masjid al-Azhar Wonosari sebagai sumber inspirasi.

“Bangunan Masjid Al-Azhar Wonosari ini adalah sumber inspirasi bagi kita, dalam melakukan perubahan tanpa menghilangkan simbol jawa sebagai nilai estetika dan nilai seni. Begitu juga dengan penyuluh agama Islam, harus mampu melakukan perubahan yang lebih baik di tengah-tengah masyarakat untuk menegakkan nilai-nilai moralitas demi tegaknya NKRI tanpa mengesampingkan nilai estetika dan nilai seni.”tuturnya

Menurutnya, masjid memiliki peran yang amat penting dalam sejarah peradaban Islam. Masjid sebagai simbol kejayaan Islam. Masjid memiliki peran sentral dan strategis sebagai pusat ibadah yang melahirkan peradaban sejak awal kehadiran Islam.

Penyuluh agama Islam di kabupaten Bondowoso harus mampu mengembalikan kekuatan dan kejayaan Islam dengan cara memakmurkan kegiatan masjid dengan kegiatan keagamaan dan menjadi pusat penyuluhan dan pengembangan dakwah.

“Sebagai salah satu upaya kinerja penyuluh agama Islam, yakni melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat dan melibatkan pengurus MWC NU dan Ranting di kecamatan masing-masing untuk melakukan kegiatan keagamaan di masjid dan menjadikan masjid sebagai gerakan ummat.”

H. Astono juga mengajak kepada seluruh penyuluh agama Islam untuk memberikan teladan yang baik kepada masyarakat, sehingga keberadaan penyuluh dicintai oleh masyarakat.

“Ummat Islam terhambat perkembangannya disebabkan karena akhlaknya. Untuk itu menjadi sebuah kewajiban bagi kita semua, khususnya penyuluh agama Islam untuk terus memperbaiki akhlak dan memberikan teladan yang baik, sebagai bentuk kasih sayang kita kepada masyarakat.”ajaknya sambil tersenyum

PEWARTA: ALI WAFI

#Bondowoso #KemenagBondowoso #PenyuluhAgamaIslam #BimasIslam #FKPAI  

0 Comments: