Headlines
Loading...
Wakil Bupati Malang: Kopi Menjadi Kebutuhan Dan Trend Di Masyarakat

Wakil Bupati Malang: Kopi Menjadi Kebutuhan Dan Trend Di Masyarakat

MALANG, Zonapostindonesia.com - Kopi saat ini menjadi kebutuhan sekaligus trend di masyarakat yang memberikan nilai ekonomi luar biasa. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Malang, Drs. Didik Gatot Subroto, SH.MH usai mengikuti acara Bedah Buku ''Absolute Coffee' buah karya Prawoto Indarto asal Jogjakarta, bertempat di Roewang Tamoe Cofee, Kota Malang, Rabu (6/4/2022).

Beliau juga menyampaikan bahwa dari kegiatan yang juga dihadiri langsung Sivajaya owner Amstirdam Coffee, Prawoto Indarto Peneliti dan Penulis Buku, Bejo (Obing) Penggiat Kopi Malang Raya dan Riskha Gunawan Penggiat Kopi Nusantara ini menghasilkan sebuah hal pembelajaran tata niaga perkopian dari hulu ke hilir.

''Dari diskusi ini menghasilkan sebuah hal yang bisa diimplementasikan terkait tata niaga perkopian dari hulu ke hilir yang sebenarnya bisa diperbaiki secara bersama-sama. Kopi saat ini menjadi sebuah kebutuhan dan trend yang memberikan nilai ekonomi luar biasa. 15 tahun ke depan, kopi masih menjadi media bisnis yang sangat menjanjikan," jelasnya saat ditemui awak media seusai kegiatan bedah buku.

Dalam kesempatan ini, Wakil Bupati Malang juga berharap kepada para penggiat kopi dan kawula muda pecinta kopi agar terus kreatif. Moment ini dinilainya juga luar biasa karena mempersiapkan dari hulu ke hilir.

Kopi bisa dibranding agar memiliki nilai jual yang tinggi dan memberikan nilai manfaat ekonomi untuk kita semua. Pemkab Malang sendiri melalui sejumlah OPD mengajak penggiat kopi untuk melahirkan sebuah brand, ada rencana dengan ide lahirkan brand Kopi Kanjuruhan agar Kabupaten Malang memiliki brand secara khusus, yang sebenarnya adalah brand Malang. Diakui, Kabupaten Malang sejauh ini sudah dikenal dengan kopi jenis robusta asal Kecamatan Dampit.

''Melalui brand ini diharapkan dapat memiliki nilai tawar yang secara keseluruhan memiliki hak cipta. Seluruh kopi di Kabupaten Malang memiliki ciri khusus secara khusus yang ditampilkan di masyarakat dan perkopian di dunia. Dari diskusi ini, Beliau juga menilai ada pembelajaran dalam tata niaga pengelolaan kopi yang harus dimulai dari hulu hingga hilir. Seperti yang ditulis dan dibedah dalam buku Absolute Coffee yang juga mengisahkan perkopian di Kabupaten Malang," jelasnya.

Dengan demikian, Wakil Bupati Malang juga berharap, para petani dan warga masyarakat tidak boleh lagi, bahwa ketika setelah panen, hasil panennya lantas dijual dalam bentuk glondongan atau mentah. Sebaliknya, harus sudah diolah dan packaging yang bagus dengan sasaran pasar yang macam-macam.

''Misal, untuk anak muda sukanya yang bagaimana? Yang orang tua, sukanya yang bagaimana? Syukur kemudian bisa mengenal kebutuhan pasar dunia, tentunya nilai jualnya akan semakin tinggi. Disaat nilai jualnya semakin tinggi maka produsen akan semakin diuntungkan. Mulai petani dari hulu ke hilir, termasuk teman teman penggeliat kopi dan eksportirnya menjadi makmur semuanya. Hal ini juga menjadi salah satu dari program green ekonomi karena di dalamnya diantaranya ada pertanian, peternakan, dan perikanan. Maka, secara khusus hortikultura ini dibangkitkan," terangnya.

''Bahkan, seperti yang disampaikan Pak Prawoto Indarto dalam bukunya, jika melihat sejarah perkopian di Indonesia dan dunia, bahwa kopi robusta ini berasal dari Desa Harjokuncaran, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Tentu sangat menarik digali, bahkan pada saatnya harus ada pameran besar disana. Ekportir dan pecinta kopi dunia juga harus diundang kesana/Desa Harjokuncaran," pungkas Wakil Bupati Malang. (dws).

0 Comments: