Headlines
Loading...
Petani Di lahan PTPN XII Pasewaran Afdeling Kampe Bengkak Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi Jawa timur, Pasang Banner Di Lahan-Lahan Yang Mereka Garap

Petani Di lahan PTPN XII Pasewaran Afdeling Kampe Bengkak Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi Jawa timur, Pasang Banner Di Lahan-Lahan Yang Mereka Garap

BANYUWANGI, Zonapostindonesia.com - Aksi pemasangan banner oleh para petani di lahan PTPN XII Pasewaran Afdeling Kampe kecamatan Wongsorejo Banyuwangi Jawa timur adalah sebagai peringatan pada pihak-pihak yang bersengketa dan warga masyarakat agar tidak mengalihkan lahan itu pada pihak manapun sebelum ada putusan pengadilan negeri Banyuwangi.

Seperti diketahui lahan-lahan tersebut sedang dalam sengketa di pengadilan negeri Banyuwangi, hal itu tertuang dalam sengketa perkara nomor 244/PDT.G/2021/PN Banyuwang luas lahan yang disengketakan berdasar data penerima izin usaha perkebunan (IUP-B,IUP-P,IUP) Propinsi Jawa timur seluas 30,50 hektar yang dikelola oleh PT. Bangsring berlokasi di PTPN XII Afdeling Kampe kecamatan Wongsorejo kabupaten Banyuwangi dengan nomor IUP 544/menhutbun/2000 jenis komoditi kelapa. Diduga keberadaannya disamarkan oleh oknum pihak terkait lahan tersebut. Sabtu, 5 Maret 2022.

Kusyanto salah seorang pendamping petani mengatakan mereka para petani masih memiliki hak untuk menggarap lahan itu sesuai dengan kwitansi sewa yang ditanda tangani CV. Sumber Makmur dan pihak terkait lahan itu tidak bisa melarang Petani menggarap lahan itu.

Petani tidak mau tahu apakah HGU perusahaan habis atau tidak, hubungan yang menyewakan lahan dengan penerima HGU apa, mereka tidak ada urusan. Urusan mereka pada lahan itu adalah menggarap tanah itu sesuai dengan perjanjian dan masa tanggal berakhir yang tertera di kwitansi. Di kwitansi tidak tertera angka nominalnya.

"Ini buktinya kwitansi, bisa dilihat tanggal dan tahun masa berakhir sewanya." ucap kusyanto di rumahnya.

Lahan tanah itu saat ini masih dalam sengketa di pengadilan negeri Banyuwangi, maka lahan-lahan sewa itu tidak boleh dipindahtangankan sebelum ada putusan dari pengadilan. Mereka para petani itu mencari keadilan atas hak mereka. Mereka berhak menggarap lahan itu.

Sebagai pendamping para petani kami siap bukti-bukti terkait lahan-lahan itu di pengadilan oleh karenanya kami pasang banner sebagai pengingat pada pihak-pihak terkait lahan tersebut dan pada warga masyarakat bahwa lahan itu sedang dalam sengketa.

Lahan-lahan itu tidak boleh dipindah tangankan sebelum ada putusan pengadilan dan masa sewa mereka para petani masih panjang.

"Kita memiliki bukti atas lahan itu yang siap kita paparkan dalam sidang pengadilan negeri Banyuwangi." tegasnya. 

PEWARTA: ROFI’I.

0 Comments: