Headlines
Loading...
Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Di Purwoharjo Jawa Timur, Dilaporkan Ke Polisi

Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Di Purwoharjo Jawa Timur, Dilaporkan Ke Polisi

BANYUWANGI, Zonapostindonesia.com - Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang terjadi di wilayah hukum Polsek Purwoharjo Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, kini dalam penanganan unit Reskrim Polsek Purwoharjo.

KDRT itu berawal dari pertengkaran suami istri warga dusun Gumukrejo Desa Sidorejo Kecamatan Purwoharjo Banyuwangi. Korban berinisial DP (28) mengalami patah tulang selangka sebelah kanan dan AML (27) pelaku KDRT yang tidak lain adalah suami korban, sudah ditangkap dan diamankan di Polsek Purwoharjo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Jumat, (4/2/2022).

Kronologis kejadian bermula pada hari rabu tanggal 12 Januari 2022 sekitar jam 01.00 Wib. Korban bertengkar dengan suaminya di dalam kamar tidur korban dan kemudian korban berteriak minta tolong. Mendengar ada teriakan minta tolong, saksi SY (60) segera mendatangi sumber suara teriakan minta tolong dan mendapati korban dalam posisi telentang di atas lantai sembari memegangi tulang selangkanya sebelah kanan.

Melihat kondisi tulang selangkanya korban sebelah kanan sudah bengkak, maka SY segera membawa korban ke tukang pijat sangkal putung di Desa Wringin Pitu Kecamatan Tegal Dlimo. Setelah diperiksa, tukang pijat sangkal putung itu mengatakan tulang selangka sebelah kanan korban, patah. Oleh karenanya korban diharuskan menginap untuk menjalani proses terapi lanjut.

Kemudian pada tanggal 31 Januari 2022, saksi dan korban mendatangi Polsek Purwoharjo untuk melaporkan pelaku KDRT tersebut. Kemudian korban dimintakan visum ke Puskesmas dan Dokter Puskesmas juga mengatakan korban mengalami patah tulang selangka sebelah kanan.

Kapolsek Purwoharjo AKP Endro Abriyanto melalui Kanit Reskrim Polsek Purwoharjo IPDA Agus Suhartono, SH., membenarkan adanya KDRT dan korban mengalami patah tulang selangka sebelah kanan lantaran pertengkaran dengan suaminya sendiri.

Setelah kita lakukan visum et repertum diketahui tulang selangka korban sebelah kanan, patah. Maka segera kita amankan AML (27) yang merupakan suami korban untuk menjalani proses hukum atas perbuatannya tersebut.

"Pelaku dikenakan jeratan pasal 44 ayat (1) undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang KDRT." urai Ipda Agus Suhartono, SH.

PEWARTA: ROFI'I

0 Comments: