Headlines
Loading...
Kasus Pembunuhan Fani Yulianto Digelar, 31 Adegan Kejam Diperagakan Pelaku

Kasus Pembunuhan Fani Yulianto Digelar, 31 Adegan Kejam Diperagakan Pelaku

JEMBER, Zonapostindonesia.com - Kasus pembunuhan Fani Yulianto, (31) asal Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari yang terjadi pada Sabtu 31 Oktober 2021 di persawahan beberapa bulan lalu akhirnya rekonstruksi digelar di lokasi kejadian pada Selasa,(18/01/2022) siang.

Pelaku bernama Amir Sutrisno, (31) asal Dusun Kandangrejo, Desa Sukoreno Kecamatan umbulsari tersebut ditangkap setelah menjadi buronan polisi selama 2 Bulan dan bersembunyi di kota Surabaya sempat mengaku jika pembunuhan tersebut dilatarbelakangi karena asmara.

Motif pembunuhan tersebut awalnya korban, (Fani Yulianto) dan mantan istri pelaku tersebut disinyalir ada hubungan khusus dan hal tersebut membuat pelaku memendam kebencian dan dendam membara, padahal antara korban dan pelaku adalah sahabat karib.

Sebanyak 31 reka adegan dipraktekan pelaku di tempat kejadian perkara yaitu di persawahan Dusun Banjarjo Ringin Jenggot, Desa Gunungsari, Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember.

Adegan demi adegan hingga memasuki adegan ke 20 dimana pelaku mengeksekusi korban dengan cara dibacok menggunakan clurit di tiga tempat yaitu awal di kepala lanjut di leher dan di perut hingga menyebabkan korban tersungkur di tanah.

Tidak berhenti disitu saja kekejaman pelaku bernama Amir Sutrisno tersebut, memasuki adegan ke 21-22 pelaku tidak puas dan mengambil sebuah balok kayu yang berada di sekitar lokasi dan menghantamkan tepat di kepala korban hingga tak bergerak lagi.

Selanjutnya untuk memuaskan hasrat hati, pelaku menyeret kedua kaki korban lalu dilempar di parit dengan posisi kepala ke barat dan ditindih sebuah balok untuk menutupi jasad korban dan lalu pelaku membawa motor dan juga handphone korban pergi meninggalkan lokasi pembunuhan dan melarikan diri.

Kegiatan rekonstruksi yang dilakukan satreskrim Polres Jember dan melibatkan JPU, (Jaksa penuntut umum) dan Penasehat Hukum (PH) dibantu Polsek Umbulsari dan Juga Resmob barat Polres untuk keamanan berjalan sesuai rencana dan aman.

Kanit Pidana Umum (Pidum) Ipda Bagus Dwy Setiawan dalam rekonstruksi tersebut menyampaikan.

"Sebanyak 31 adegan dilakukan dan pelaku mengaku jika ingin menguasai harta korban dan dipicu motif asmara dimana sebelumnya korban sempat diduga ada hubungan khusus dengan istri tersangka," Kata Kanit Pidum.

Ia juga menjelaskan, jika pelaku dan korban adalah sahabat karib dan ini pelaku tunggal.

"Korban dan pelaku adalah sahabat, dan untuk pasal yang kita terapkan yaitu 338 Subsider 340 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup dimana pelaku telah mempunyai rencana sebelumnya untuk membunuh korban." jelasnya.

PEWARTA: HABIBI

0 Comments: