Headlines
Loading...
Aneh, Tanah Seluas 9.300 Hektar Di Desa Gintangan Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi Dijual Tapi Sertifikat Tanah Tidak Diberikan

Aneh, Tanah Seluas 9.300 Hektar Di Desa Gintangan Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi Dijual Tapi Sertifikat Tanah Tidak Diberikan

BANYUWANGI, Zonapostindonesia.com - Sunarya putri pertama Haji Jumni seorang juragan tanah di dusun Gumuk Agung Desa Gintangan Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi, pada tahun 2015 telah melakukan jual beli tanah sawah pada Busaini warga Dusun Patoman Barat Desa Patoman Kecamatan Blimbingsari melalui makelar tanah Bahri.

Pembayaran dilakukan bertahap, tahap pertama Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah) kemudian diketahui bahwa sertifikat tanah tersebut ada di Bank, maka disepakati pembayaran tahap ke dua Rp. 300.000.000,- (Tiga Ratus Juta Rupiah) untuk melunasi pada Bank agar sertifikat keluar. Pihak Busaini sengaja menyisakan Rp. 60.000.000,- (Enam Puluh Juta Rupiah) dan akan diserahkan bersamaan dengan diserahkannya sertifikat pada dirinya. Sejak tahun 2015 sampai sekarang sertifikat tidak kunjung diserahkan oleh pihak Sunarya. Sabtu, (29/01/ 2022).

Menurut Busaini hal tersebut sudah diadukan pada pihak pemerintah desa dan pihak sudah berupaya melakukan mediasi, namun Sunarya tidak mau hadir saat diundang ke acara mediasi yang dilakukan oleh pihak pemerintah Desa Gintangan. Berulang kali Sunarya mangkir tiap diundang hadir oleh pemerintah Desa Gintangan.

"Sampai pihak pemerintah Desa menyatakan tidak sanggup saat saya suruh mengundang hadirkan Sunarya lagi." ucap Busaini di rumahnya.

Busaini juga mengatakan kalau antara Sunarya dan dirinya masih saudara dari mantan istrinya dan pernah sekali bertemu, membicarakan sertifikat tanah itu. Tiap ditanya pasti jawabannya tidak jelas dan terkesan mengada-ada. Sayapun sabar menghadapi sikap Sunarya, akhirnya karena lama banget sertifikat tidak kunjung diserahkan, saya adukan hal tersebut pada desa.

"Waktu bertemu Sunarya menyakinkan saya kalau masih cari utangan dulu untuk melunasi angsuran ke Bank. Tidak lama kak, tunggu saja." imbuh Busaini.

Keluarga Sunarya saat ditemui media Zonapostindonesia.com membenarkan bahwa anaknya menjual tanah pada Busaini, tapi saya heran kenapa Busaini mau membeli tanah yang jelas-jelas sertifikatnya ada di Bank. Seharusnya ditanya dulu keberadaan sertifikatnya, baru menyerahkan uangnya. Sebaiknya kalian tanya langsung pada Sunarya, saya sudah tak ada urusan dengan masalah jual beli tanah itu

"Sunarya itu selalu bikin saya pusing, tingkah polanya tak bisa dihentikan, tanah itu sudah milik dia tak ada sangkut pautnya dengan saudara-saudaranya." jelas Haji Jimni.

Sementara itu Bahri sang makelar tanah mengatakan kalau saat itu diminta oleh Sunarya untuk mencarikan pembeli tanah sawahnya, luasnya 9.300 hektar berupa tanah persawahan. Tanah itu ditawarkan pada Busaini, Busainipun berminat. Lalu saya pertemukan Sunarya dengan Busaini akhirnya ada kesepakatan harga dan juga masalah sertifikat ada di Bank. Busaini tahu bila kemudian sertifikat belum diserahkan pada Busaini, hal itu bukan lagi urusan saya tapi saya siap bantu bila diperlukan. Untuk mempermudah urusannya dengan Bank, saya menerima fee dari busaini Rp. 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah).

"Sunarya itu orangnya memang seperti itu, susah ditemui dan sering keluar." tuturnya.

PEWARTA: ROFI'I

0 Comments: