Headlines
Loading...
Hebat, Oknum Staf Desa Lemahbang Dewo Rogojampi Banyuwangi, Ikut Test Seleksi PPPK Guru SD

Hebat, Oknum Staf Desa Lemahbang Dewo Rogojampi Banyuwangi, Ikut Test Seleksi PPPK Guru SD

BANYUWANGI - Oknum staf desa Lemahbang Dewo Kecamatan Rogojampi Banyuwangi, nekat ikut test seleksi penerimaan pegawai negeri guru SD. Padahal seleksi CPNS guru lewat jalur pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) itu hanya boleh diikuti oleh guru honorer SD, terdaftar di data dapodik Diknas Kabupaten Banyuwangi dan masih aktif mengajar di SD Negeri yang bersangkutan. Selasa, (02/11/2021).

Diketahui, Mohammad rosul oknum staf desa Lemahbang Dewo itu pernah dan terdaftar sebagai guru honorer di SDN 1 Lemahbang Dewo hingga tahun 2019. Mohammad Rosul berhenti mengajar setelah dia ikut seleksi pengangkatan perangkat Desa Lemahbang Dewo dan diterima sebagai kaur kesra.

Saat dikonfirmasi tim investigasi, Mohammad rosul mengakui bahwa dirinya pernah mengajar di SDN 1 Lemahbang Dewo, kemudian mengundurkan diri karena diterima menjadi staf desa. Ketika mengetahui ada pengumuman penerimaan pegawai negeri guru SD, dia berinisiatif bertanya pada pihak sekolah terkait statusnya di SDN 1 Lemahbang Dewo dan mendapat jawaban dari operator sekolah kalau namanya masih tercatat sebagai guru honorer di SDN 1 Lemahbang Dewo dan terdaftar di dapodik Diknas Banyuwangi.

"Setelah melengkapi persyaratan saya pun mendaftar dan ikut test seleksi CPNS guru penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tapi hasilnya saya tidak lulus" ucap Mohammad rosul.

Sekretaris desa Lemahbang Dewo, Holik menyatakan terkait aksi nekat Mohammad Rosul mengikuti test seleksi penerimaan pegawai negeri sipil itu, pihak desa tidak pernah mengeluarkan surat dalam bentuk apapun terhadap Mohammad rosul.

"Saya tidak tahu kalau Mohammad Rosul ikut test CPNS itu." ujarnya.

Sementara itu kepala bagian (Kabag) umum dan kepegawaian Dinas Pendidikan Banyuwangi, Mukhlis menyatakan kalau urusan itu bukan lagi kewenangan Kabag umum dan kepegawaian dan menyarankan tim investigasi menemui dan bertanya pada kepala bidang (Kabid) sekolah dasar.

"Sejak 2017, bidang kita hanya mengurusi kepegawaian intern dinas pendidikan saja." jelasnya.

Lanjut Mukhlis, sebenarnya data guru honorer yang ada di Dapodik Diknas itu merupakan hasil input dari sekolah, dinas cuma menerima saja. Jadi data honorer guru yang kita terima itu berasal dari sekolah termasuk ada perubahan atau tidak pada data guru honorer di sekolah tersebut bukan urusan dinas.

“Bila ada perubahan atau tidak atas data guru honorer di sekolah itu ada pada operator sekolah dan kepala sekolah masing masing.” tegasnya.

PEWARTA: ROFI'I

0 Comments: