Headlines
Loading...

OLEH : AYOPRI AL JUFRI

Sistem jual beli semakin mengalami perkembangan, dimulai dengan sistem barter hingga uang kemudian sistem trading yang kini marak di masyarakat, perkembangan dunia digital dan informasi diiringi minat manusia bergerak serba cepat, dan tuntutan waktu yang kian padat, maka sistem praktis sebagai pilihan, termasuk dalam hal mencari pendapatan, seperti bekerja dan berdagang.

Kita kenal sistem jual beli digital saat ini bernama Trading, Trading adalah salah satu proses transaksi finansial jangka panjang. Bisa diartikan, trading adalah aktivitas perdagangan. Trading adalah istilah yang memiliki arti yang luas.

Dalam pasar keuangan, trading adalah instrumen penting. Kini trading adalah kemampuan yang begitu diperhitungkan. Trading adalah aktivitas yang dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan uang dengan keuntungannya.

Trading secara umum berarti proses perdagangan. Trading adalah konsep ekonomi dasar yang melibatkan pembelian dan penjualan barang dan jasa. Ini dilakukan dengan kompensasi yang dibayarkan oleh pembeli kepada penjual, atau pertukaran barang atau jasa antar pihak.

Trading dapat terjadi dalam suatu perekonomian antara produsen dan konsumen. Secara umum, trading bisa dipahami sebagai pertukaran barang dengan uang atau dengan kata lain, hanya membeli sesuatu.

Di pasar keuangan, trading mengacu pada pembelian dan penjualan sekuritas. Dalam bidang ini, trading adalah membeli sesuatu dengan satu harga dan menjualnya lagi dengan harga lain yang bisa lebih tinggi.

Instrumen keuangan adalah aset yang dapat diperdagangkan dalam bentuk apapun yaitu aset yang dapat dibeli atau jual dengan nilai moneter di pasar keuangan. Pasar keuangan menciptakan likuiditas yang memungkinkan bisnis tumbuh dan pengusaha mengumpulkan uang untuk usaha mereka. Pasar-pasar ini menenangkan ekonomi dengan menanamkan kepercayaan pada investor.

Semua trading dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan uang dengan menjual aset pada harga yang lebih rendah daripada yang dibayarkan. Cara standar untuk menghasilkan keuntungan dengan trading adalah dengan mengamati harga dari waktu ke waktu, mencari pola atau tanda untuk memprediksi harga di masa depan.

Contohnya, seseorang yang memperdagangkan saham. Apa yang sebenarnya mereka lakukan adalah membeli saham (atau sebagian kecil) dari sebuah perusahaan. Jika nilai saham tersebut meningkat, maka mereka menghasilkan uang dengan menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi. Ini adalah trading.

Trading dan Investasi adalah dua hal yang berbeda, namun kadang dalam satu aplikasi trading merangkap sistem Trading dan Investasi, adapun perbedaannya sebagai berikut :

1. Investasi

Tujuan dari investasi adalah untuk secara bertahap membangun kekayaan bersih mereka dengan membeli dan memegang portofolio saham, obligasi, reksa dana atau instrumen investasi lainnya. Investasi sering dilakukan selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun. Investor mengambil keuntungan dari fasilitas tertentu seperti pembayaran dividen, pembayaran kupon dan/atau bunga selama waktu ini.

Ketika pasar jatuh nilainya, banyak investor akan mempertahankan investasi mereka dengan harapan harga akan pulih. Oleh karena itu, investor melihat nilai jangka panjang dari investasi mereka dan tidak terlalu peduli dengan volatilitas harian di pasar.

2. Trading

Trading, di sisi lain, adalah pembelian dan penjualan instrumen keuangan yang lebih sering dengan tujuan mengungguli investasi beli dan tahan. Tidak ada kepemilikan aset dasar sehingga trader hanya berspekulasi tentang pergerakan harga.

Oleh karena itu, para trader dapat memperoleh keuntungan dari pasar yang jatuh maupun pasar yang sedang naik. Seorang trader dapat membeli aset seperti halnya investor tetapi trader juga memiliki kemampuan untuk menjual instrumen tanpa memilikinya.

Ini dikenal sebagai short selling dan itulah sebabnya banyak orang sangat tertarik untuk berdagang. Ini adalah konsep kunci untuk dipahami dan merupakan alasan utama mengapa pedagang dapat mengungguli investor beli dan tahan. Lamanya waktu seorang trader memiliki posisi terbuka dapat berkisar dari detik hingga tahun.

Jenis-jenis Trading

1. Trading Saham

Jenis pertama dari trading adalah trading saham. Saham adalah saham kepemilikan perusahaan publik yang dijual kepada investor melalui perantara pedagang efek. Investor mendapat untung ketika perusahaan meningkatkan pendapatannya. Trading saham adalah aktivitas jual beli saham dalam jangka waktu tertentu, biasanya berlangsung cukup singkat. Untuk melakukan trading saham kamu perlu menjual atau membelinya pada saat terjadi fluktuasi harga. Untuk mendapat keuntungan, keputusanmu harus tepat.

2.Trading Forex

Jenis trading berikutnya adalah trading forex yang merupakan jenis perdagangan atau transaksi yang memperdagangkan mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya yang melibatkan pasar-pasar uang utama di dunia selama 24 jam secara berkesinambungan.

Pihak yang terlibat dalam pasar forex tidak hanya beberapa orang, tapi banyak pihak yang meramaikannya baik yang bersifat kelembagaan maupun non kelembagaan. Pihak-pihak inilah yang ikut terlibat melakukan berbagai transaksi di pasar valuta asing.

3.Trading Komoditas

Pasar komoditas adalah tempat perusahaan mengimbangi risiko masa depan mereka saat membeli atau menjual sumber daya alam. Jika sebelumnya benda-benda berharga seperti minyak atau logam mulia hanya dapat diperdagangkan secara fisik, saat ini kamu dapat membeli dan menjualnya secara online. Kamu bisa memperoleh keuntungan dari trading komoditas tersebut.

Anda bisa membuka posisi beli ketika harga rendah dan menjualnya saat harga naik, atau membuka posisi jual ketika harga tinggi dan membelinya lagi dengan harga rendah pada saat harga turun.

Hukum Trading di Indonesia

Dikutip dari laman mui.or.id, hukum transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh atau mubah. Sebagaimana dijelaskan dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 28/DSN-MUI/III/2002 tentang Jual Beli Mata Uang (al-Sharf), namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebagai berikut:

a. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan)

b. Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan)

c. Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (attaqabudh).

d. Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai.

Jenis-Jenis Transaksi dan hukumnya

a. Transaksi Spot, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valuta asing (valas) untuk penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh, karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa dihindari (ِdan merupakan transaksi internasional.

b. Transaksi Forward, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang, antara 2 x 24 jam sampai dengan satu tahun.

Hukumnya adalah haram, karena harga yang digunakan adalah harga yang diperjanjikan (muwa'adah) dan penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari (lil hajah).

c. Transaksi Swap, yaitu suatu kontrak pembelian atau penjualan valas dengan harga spot yang dikombinasikan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga forward. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).

d. Transaksi Option, yaitu kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka membeli atau hak untuk menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit valuta asing pada harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).

Para ulama telah mengundang hadir para pakar ekonomi dan praktisi di bursa saham, lalu mereka melakukan kajian. Akhirnya mereka membuat kesimpulan dengan menyatakan bahwa keharaman yang wajib dihindari dari masalah itu adalah haramnya membeli saham dengan pinjaman ribawi.

Bentuk yang biasa dilakukan oleh pialang saham atau lainnya kepada pembeli adalah dengan menjadikan saham sebagai jaminan. 

Haramnya tindakan tersebut karena di dalamnya ada riba yang dikuatkan dengan jaminan. Keduanya merupakan aktivitas yang diharamkan di dalam syariah, berdasarkan nash hadits yang melaknat pemakan riba, pemberinya, penulis dan kedua saksinya.

Hal kedua yang menjadi titik keharaman transaksi ini adalah haramnya seseorang menjual sesuatu yang bukan miliknya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

"Rasulullah SAW melarang jual beli sesuatu yang tidak dimiliki dan melarang keuntungan dari sesuatu yang tidak bisa dijamin kepastiannya".

Bentuk konkritnya seperti menjual saham yang tidak dimiliki oleh penjual pada waktu akad, sementara dia hanya menerima janji dari pialang dengan menghutangkan saham pada waktu jatuh tempo penyerahan. Karena hal itu merupakan salah satu bentuk jual-beli sesuatu yang tidak dimiliki oleh penjual.

Larangan tersebut bertambah kuat jika disyaratkan penyerahan harga kepada pialang untuk ia manfaatkan dengan menabungkannya dengan bunga untuk meraih kompensasi atas pemberian pinjamannya.

Boleh jadi seorang penjual melakukan proses itu karena dia memperkirakan harga akan jatuh. Jika dia menjual surat berharga hari ini dengan Rp. 200.000, misalnya, dia memperkirakan bahwa harga akan turun setelah 15 hari, yaitu hari jatuh tempo akad menjadi Rp. 150.000. Sehingga dia membeli surat berharga tersebut pada hari itu seharga Rp. 150.000 dan menyerahkannya kepada pembeli dalam akad short sale yang telah dibeli darinya seharga Rp.200.000, sehingga ia memperoleh keuntungan dari selisih kedua harga tersebut sebesar Rp. 50.000.

Sedangkan pembeli melakukan proses transaksi ini karena dia bertaruh bahwa harga akan naik. Dia memperkirakan bahwa harga surat tersebut akan mencapai Rp. 250.000 pada hari jatuh tempo. Padahal dia membeli hanya dengan harga Rp. 200.000,- saja. Sehingga dia akan mendapatkan keuntungan (capital gain) dari perbedaan kedua harta tersebut seharga Rp. 50.000.

Efek buruknya permainan ini adalah bahwa setiap pihak yang mengharapkan turun dan naiknya harga berusaha dengan segala cara, terutama yang tidak syar'i agar perkiraannya benar sehingga ia memperoleh keuntungan. Di antara cara-cara yang ditempuhnya antara lain: penyebaran isu-isu, melakukan transaksi fiktif atau formalitas belaka, menyebarkan perasaan was was dalam pasar modal dan lainnya. Dari sinilah muncul bencana dan krisis.

Dan jelas sekali keharaman bentuk short sale ini adalah pada masalah bahwa penjualan tidak memiliki barang (surat berharga) yang menjadi objek akad jual beli tersebut. pada waktu akad.

Dia hanya berspekulasi pada turunnya harga, di mana dia memperkirakan turunnya harga saham yang dia jual kemudian dia membeli pada waktu jatuh tempo dengan harga yang lebih murah sebagaimana ia perkirakan, sedangkan ia telah menjual saham tersebut dengan harga yang lebih tinggi sehingga ia memperoleh keuntungan perbedaan harga.

Dalam waktu sama, pembeli surat berharga tersebut berspekulasi bahwa harta akan naik, padahal ia telah membeli dengan harga yang lebih murah. Sehingga ia akan memperoleh keuntungan perbedaan dua harga tersebut.

*Penulis Alumni STAIN Jember (UIN KHAS Jember), Aktif di Lembaga Bantuan Hukum Adhikara Pancasila Indonesia (LBH API), dan Tim Hukum Media Berita Nasional Zona Post Indonesia.

0 Comments: