Headlines
Loading...
Kepala Desa Balet Baru Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember, Bantah Telah Menggadaikan Tanah Kas Desa

Kepala Desa Balet Baru Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember, Bantah Telah Menggadaikan Tanah Kas Desa

JEMBER - Kepala Desa Balet Baru Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember Jawa Timur, Fauzi membantah telah menggadaikan tanah kas desa.

Sebelumnya, Fauzi Cahyo P dilaporkan oleh salah satu LSM di Kabupaten Jember ke kejaksaan negeri setempat karena diduga menggadaikan tanah kas desa.

Kepada media ini, Fauzi mengatakan, dirinya tidak pernah menggadaikan tanah percaton di desanya. Namun, tanah itu dikelola oleh salah satu masyarakat dengan perjanjian bagi hasil dengan pihak desa.

Kata Fauzi, hal ini dibuktikan dengan setoran PADes yang setiap tahunnya mencapai Rp. 50 juta dari bagi hasil pengelolaan tanah kas desa tersebut.

"Proses yang seperti dilaporkan tentang gadai itu, itu tidak benar. Saya tidak pernah menggadaikan seperti yang diberitakan itu. Setiap tahun saya sudah melakukan kewajiban saya sebagai kades, yakni memberikan PADes ke rekening desa sekitar Rp 50 juta," katanya saat ditemui media ini.

Pelapor punya bukti rekaman pengakuan penerima gadai TKD ?. Fauzi tetap membantah dirinya telah menggadaikan tanah kas desa. Yang ada, kata Fauzi, pasca dirinya dilantik sebagai kepala desa, ia pinjam uang Rp. 50 juta dengan menggadaikan tanah milik orang yang mengelola tanah kas desa itu.

lebih jauh Ia menegaskan, yang ia gadaikan bukan tanah kas desa, melainkan tanah pribadi orang yang mengelola tanah kas desa tersebut.

Dirinya menduga, pelapor merasa sakit hati kepadanya. Ia beralasan, hal ini mungkin saja terjadi karena beberapa waktu silam, pelapor sempat hendak menyewa Tanah Kas Desa Balet Baru, namun hal itu kandas di tengah jalan karena persoalan keuangan.

Ia menceritakan, saat itu, antara dirinya dan pelapor menemui kesepakatan, pelapor akan menyewa Tanah Kas Desa Balet Baru seluas 7.200 M² dengan harga Rp. 75 juta selama 5 tahun. Namun, karena diduga kekurangan uang, pelapor membatalkan kesepakatan tersebut. "Mungkin pelapor merasa sakit hati ke saya," katanya.

Ia menceritakan, sebelum proses sewa menyewa itu batal, pelapor sudah menyerahkan uang senilai Rp. 5 juta. Selain uang, kata Fauzi pelapor juga menyerahkan satu unit mobil dengan asumsi pelapor, mobil itu bisa dijual dengan harga Rp. 40 juta.Namun, ketika dijual mobil itu terjual Rp. 33 juta. Sehingga total uang yang diterima Rp 38 juta.

Namun, sebelum dilunasi, kesepakatan antara pelapor dan pihaknya untuk sewa tanah kas desa itu batal. Konsekuensinya, dirinya harus mengembalikan uang itu kepada pelapor. Bukan 38 juta, dirinya akan mengembalikan uang itu tetap dengan harga mobil sesuai asumsi pelapor, sehingga total yang akan dikembalikan Rp. 45 juta.

Ia menjelaskan, uang yang diterimanya itu juga belum dimasukkan ke PADes. Karena untuk setor ke PADes, kata Fauzi ada waktunya. Sehingga "hutang" kepada pelapor itu menjadi hutang pribadi. Kata dia, sebelumnya uang itu sudah dikembalikan Rp. 15 juta. Sisanya akan dilunasi beberapa waktu ke depan.

Lebih lanjut, dia mengatakan, atas adanya laporan itu nama baik dirinya juga tercemar. Sehingga tidak menutup kemungkinan, dirinya akan melaporkan balik pelapor dengan dugaan pencemaran nama baik.

Untuk diketahui, diberitakan salah satu media, Fauzi dilaporkan oleh salah satu LSM di Kabupaten Jember ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember. Fauzi dilaporkan karena diduga telah menggadaikan tanah kas desa. Hal tersebut disebut melanggar regulasi dan berpotensi merugikan keuangan negara.

PEWARTA: HABIBI

0 Comments: