Headlines
Loading...
HARMONISASI KELUARGA PASCA PANDEMI COVID 19

HARMONISASI KELUARGA PASCA PANDEMI COVID 19

Oleh : Ayopri Al Jufri*

Pandemi Covid 19 yang menyerang seluruh dunia termasuk Indonesia membuat segala sektor mengalami kerugian, yang paling terasa adalah sektor pendidikan dan Ekonomi, khusus sektor ekonomi dalam keluarga menjadi salah satu faktor penyebab renggangnya hubungan keluarga (suami istri), adanya pandemi Covid 19 ini melumpuhkan semua jenis usaha, sehingga bagi segolongan orang tidak kuat atas himpitan ekonomi yang ada perceraian jadi solusinya.

Ditengah kondisi yang penuh himpitan itu, maka perlu adanya solusi memecahkan masalah tersebut, salah satunya dalam tulisan ini saya akan berbagi tips membina rumah tangga yang harmonis pasca Pandemi Covid 19.

Oleh karena itu perlu kiranya kita tahu secara mendasar arti sebuah pernikahan/perkawinan menurut UU 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, seperti berikut :

"Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa."

Tujuan perkawinan adalah membentuk keluarga yang bahagia dan kekal. Untuk itu suami isteri perlu saling membantu dan melengkapi, aear masing-masing dapat mengembangkan kepribadiannya membantu dan mencapai kesejahteraan spiritual dan materiil.

Adapun menurut para ahli pengertian perkawinan adalah :

1. Menurut Thalib, pernikahan adalah suatu bentuk perjanjian suci yang sangat kuat dan kokoh untuk hidup bersama yang sah diantara laki-laki dan perempuan, sehingga bisa mengharapkan membentuk keluarga yang kekal, saling santun menyantuni, saling kasih mengasihi, tentram, dan juga bahagia.

2. Menurut Soetoyo Prawirohamidjojo, pernikahan adalah persekutuan hidup yang terjadi antara seorang laki-laki dan perempuan yang disahkan secara formal dengan undang-undang dan umumnya bersifat religius.

3. Menurut Kaelany HD pernikahan adalah akad antara calon suami dan calon istri untuk memenuhi hajat jenisnya menurut ketentuan yang sudah di atur oleh syariah. Dengan akad ini kedua calon akan diperbolehkan untuk bergaul sebagai suami istri.

4. Menurut Subekti pernikahan adalah pertalian sah yang terjadi antara seorang laki-laki dan seorang perempuan untuk jangka waktu lama.

5. Menurut Dunvall dan Miller (2012), pernikahan adalah adanya suatu hubungan yang sah antara pria dan wanita dengan melibatkan hubungan seksual yang saling melengkapi sehingga mampu mengetahui tugas masing-masingnya.

6. Menurut Maya (2013) pernikahan adalah adanya suatu bentuk pola sosial yang disetujui oleh kedua belah pihak (pria dan wanita) yang sehingga mampu membentuk keluarga yang sah dimana agama dan legal dimata hukum.

7. Menurut Hazaririn (1963), pernikahan adalah adanya hubungan antara dua orang yang harus berbeda jenis kelamin yang di dalamnya terdapat pembagian peran dan tanggung jawab.

8. Menurut Heriyanti (2002), pernikahan adalah adanya suatu ikatan antara laki-laki dan perempuan atas dasar kemauan kedua belah pihak sehingga menjadi ciri khas yang mengikat satu sama lainnya.

9. Menurut Prof. MR. Paul Scholten, pernikahan adalah hubungan hukum antara seorang pria dan wanita untuk hidup bersama dengan kekal dan diakui oleh negara.

10. Menurut k. Wantjik saleh pernikahan adalah ikatan lahir dan batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami istri.

11. Menurut Nilam W pernikahan merupakan komitmen jangka panjang dan bersifat sakral.

12. Menurut kompilasi hukum Islam (KHI) Pasal 2 perkawinan pernikahan yaitu akad yang sangat kuat atau untuk mentaati perintah Allah dan melaksanakannya merupakan ibadah.

13. Menurut Prof. Dr. R. Wirjono Prodjodikoro, SH pernikahan adalah suatu hidup bersama dari seorang laki-laki dan perempuan yang memenuhi syarat-syarat yang termasuk dalam peraturan hukum pernikahan.

14. Menurut Asser, Scolten, Melis, Wiarda dan Pitlo pernikahan adalah suatu persekutuan antara seorang laki-laki dan seorang wanita yang diakui oleh negara untuk bersama yang kekal.

Dari beberapa pengertian pernikahan menurut para ahli di atas yaitu pernikahan sebagai ikatan batin antara laki-laki dan perempuan yang hidup bersama dengan tujuan membentuk keluarga yang sakinah mawadah warohmah, baik secara lahir maupun batin dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Begitu pentingnya makna pernikahan, sehingga dari segi pengertiannya banyak ahli memberikan definisi yang sangat panjang. Oleh karena itu, walaupun dalam pengertian hingga tujuan pernikahansangat baik, namun masih banyak kita temukan persoalan kecil maupun besar dalam sebuah pernikahan, hal itu disebabkan banyak faktor, baik internal maupun eksternal, terutama saat ini pasca Pandemi Covid 19 perlu adanya penyadaran kembali akan arti sebuah pernikahan.

Memiliki keluarga harmonis memang menjadi impian setiap orang atau pasangan. Keluarga harmonis, keadaan rumah akan menjadi damai, menyenangkan, dan nyaman.

Untuk menciptakan keluarga yang harmonis ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Seseorang atau pasangan harus berusaha dan berjuang menciptakan keadaan atau suasana harmonis dalam keluarga tersebut.

Di tahun ini, tak ada salahnya jika salah satu resolusimu adalah menciptakan keluarga harmonis dan bahagia. Jika resolusi tersebut tercapai, maka akan menjadi 'surga dunia' yang dapat berpengaruh dalam aspek kehidupan Anda yang lain, seperti karier, bisnis atau usaha, dan sebagainya.

Lalu seperti apakah cara atau tips untuk menciptakan keluarga yang harmonis tersebut? Berikut ulasannya.

1. Saling Bersikap Jujur dan Terbuka Terhadap Pasangan.

Tips pertama untuk menciptakan keluarga harmonis adalah bersikap jujur dan terbuka terhadap pasangan. Ada banyak hal yang akan menghambat terciptanya suasana harmonis jika Anda dan pasangan tidak mau saling terbuka satu sama lainnya.

Keterbukaan dan kejujuran memang sesuatu yang penting bagi kelangsungan sebuah keluarga. Jika Anda menyadari hal ini seharusnya Anda tak perlu kompromi lagi untuk selalu terbuka dan jujur terhadap pasangan.

Meskipun mungkin sesuatu yang akan dinyatakan itu pahit namun percayalah bahwa hal ini akan semakin membuat peluang terciptanya keluarga harmonis semakin besar. Dan keuntungan lain jika Anda selalu bersikap jujur dan terbuka ini, maka pasangan yang mungkin awalnya tidak terbiasa akan ikut terbawa dan akhirnya mau bersikap jujur dan terbuka juga.

2. Saling Berusaha Menciptakan Suasana yang Menyenangkan dalam Keluarga.

Dalam sebuah keluarga suasana kegembiraan memang menjadi sebuah hal yang mestinya selalu ada. Namun karena manusia yang memiliki berbagai karakter dan kepribadian, suasana kegembiraan dan kesenangan tidak bisa terwujud setiap saat.

Memang seiring dengan waktu berjalannya rumah tangga, sebuah keluarga semakin jarang menemukan kesenangan diantara pasangan dan atau dengan keluarga. Maka dari itu, inilah tantangan yang harus dihadapi setiap keluarga.

Lalu bagaimana caranya untuk bisa menciptakan suasana menyenangkan ini? Ada banyak hal yang sebenarnya bisa dilakukan. Hal yang paling realistis dilakukan adalah membuat suasana yang selalu baru dan tidak monoton di setiap hari atau minggunya.

3. Hindari Sikap Emosional dan Egois dalam Menghadapi Masalah Keluarga.

Sebagai manusia, setiap pasangan memang akan memiliki emosi sendiri-sendiri. Sisi emosi ini ada yang bisa meletup dan meledak jika memang pasangan tidak mengendalikannya. Nah ketika emosi seseorang ini tak terkendali, sebuah keluarga bisa jadi kemudian berlangsung tidak harmonis.

Dari sini pengendalian emosi saat terjadi perdebatan di antara pasangan memang harus bisa dikendalikan sedemikian rupa. Hal ini bisa mulai dari diri Anda. Redam dan mengalah saat terjadi debat kusir dengan pasangan.

Mengalah bukan berarti kalah. Anda hanya menyimpan sesuatu yang bisa berbahaya jika Anda tak mengalah. Jika Anda mau konsisten bersikap demikian, maka pasangan lama-lama akan juga mengikuti sikap Anda tersebut.

4. Membuat Komitmen Jangka Panjang dengan Pasangan.

Menikah dan menjalankan sebuah rumah tangga memang membutuhkan komitmen dari pasangan. Komitmen adalah sebuah cara untuk saling meneguhkan sikap dan pandangan serta pegangan satu sama lain. Komitmen ini dilakukan untuk sebuah masa depan sebuah keluarga di masa depan untuk jangka panjang.

Maka jika Anda memang sangat serius dengan keharmonisan rumah tangga, Anda memang harus membuat komitmen jangka panjang dengan pasangan Anda. Bagaimana caranya membuat komitmen? Anda dan pasangan harus berbicara terbuka dan menyampaikan pendapat untuk saling diterima dan dipegang teguh ketika menjalankan hubungan rumah tangga.

Dengan adanya komitmen yang kemudian saling disepakati oleh kedua belah pihak, maka kemungkinan besar keharmonisan dalam keluarga akan tercipta.

5. Mengutamakan Kebersamaan dalam Keluarga.

Jika Anda sudah memiliki anak, maka usahakan untuk mengutamakan atau memprioritaskan waktu kebersamaan dalam keluarga. Jangan terlalu larut dalam pekerjaan hingga kemudian mengakibatkan keluarga menjadi terabaikan.

Membuat waktu berkumpul dan beraktivitas bersama keluarga minimal seminggu sekali sudah cukup untuk sebuah keluarga untuk menjaga keharmonisan keluarga. Akhir pekan adalah waktu yang paling pas untuk sebuah keluarga melakukan kegiatan dan aktivitas bersama di dalam atau di luar rumah.

6. Bijak dan Tegas dalam Menghadapi Masalah

Dalam mengarungi sebuah rumah tangga memang sebuah pasangan atau keluarga tak akan pernah luput dari masalah atau cobaan. Nah untuk menciptakan sebuah keluarga yang harmonis, ketika ditimpa masalah, Anda sebagai kepala keluarga harus mampu bersikap tegas dan selalu berpedoman pada ajaran agama. Agama memang akan selalu menjadi solusi dan jalan keluar yang paling baik bagi setiap insan manusia.

7. Tidak Membawa Masalah dari Luar ke Dalam Rumah

Setiap pasangan yang memiliki kegiatan diluar memang bisa jadi memiliki permasalahan di luar rumah tangga. Maka dari itu, bila Anda seorang yang memiliki masalah di luar rumah tangga, alangkah baiknya Anda tak membawa problematika yang ada di luar tersebut ke dalam rumah tangga.

Mengapa demikian? Ini karena permasalahan yang dibawa ke dalam rumah tangga akan membuat keharmonisan keluarga bisa jadi goyah dan hancur. Jadi saat Anda sudah pulang ke rumah, ada baiknya Anda fokus saja ke keluarga.

Urusan pekerjaan bisa Anda pikirkan nanti saja ketika bekerja. Jika mungkin Anda membawa urusan kantor ke rumah, Anda harus bisa mengatur waktu untuk urusan atau masalah kantor tersebut.

8. Berikan Perhatian Penuh Kepada Anak

Bagi Anda yang sudah memiliki anak, Anda harus mampu memberikan perhatian yang penuh pada anak-anak Anda. Jadi sesibuk apapun Anda, sudah seharusnya Anda mampu menyediakan waktu untuk anak-anak Anda. Buat dan jadwalkan waktu Anda dalam sehari untuk putra-putri Anda. 

Sedikit waktu yang Anda luangkan sangat berarti bagi anak-anak Anda. Dengan memberikan perhatian pada anak-anak, maka keharmonisan hidup akan semakin mudah tercapai untuk diwujudkan.

9. Biasakan Gaya Hidup Sehat dalam Keluarga

Hidup sehat memang akan menjadi dambaan setiap orang. Bagi Anda yang sudah berkeluarga hidup sehat ini seharusnya bisa Anda terapkan. Dengan keluarga yang yang suka dengan gaya hidup sehat, maka Anda berpeluang untuk menciptakan keluarga yang harmonis.

Keharmonisan rumah tangga memang bisa diwujudkan dari cara hidup sehat. Mengapa demikian? Karena saat hidup sehat ini menjadi tradisi dalam keluarga maka akan banyak kegiatan bersama yang dilakukan keluarga seperti jogging, olahraga, dan lain sebagainya.

10. Pilih Lokasi Tempat Tinggal yang Baik untuk Keluarga

Saat akan memilih rumah untuk keluarga dan rumah tangga, seharusnya Anda harus mempertimbangkan lokasi tempat tinggal yang ada. Mengapa demikian? Ini karena lokasi rumah akan berpengaruh pada pola keharmonisan sebuah keluarga.

Lingkungan memang akan berpengaruh pada diri Anda dan anggota keluarga. Jika Anda berada di lingkungan yang baik, maka kepribadian Anda dan anggota keluarga juga akan ikut baik. Dan ketika kepribadian Anda dan anggota keluarga menjadi baik, maka keharmonisan keluarga akan akan mudah untuk diwujudkan.

11. Menjalin Silaturahmi dengan Keluarga Pasangan

Jangan lupa untuk membuat jalinan atau hubungan yang baik dengan keluarga mertua Anda. Ini karena hakikat sebuah pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan, namun juga menyatukan dua keluarga. Maka dari itu, menjalin hubungan baik dengan keluarga mertua adalah hal yang tidak bisa Anda lupakan.

Lalu bagaimana caranya untuk menjalin hubungan yang baik dengan keluarga mertua ini? Anda bisa melakukannya dengan selalu berkomunikasi dan silaturahmi yang baik di setiap waktunya.

12. Perhatikan Lingkungan Sekitar dan Bersosialisasilah dengan Baik

Terakhir, tips untuk menjaga keluarga harmonis adalah dengan memperhatikan lingkungan sekitar dan melakukan sosialisasi dengan baik. Ingat jika lingkungan yang Anda pilih sudah baik, Anda tidak boleh menyiakannya. Anda harus bisa bersosialisasi dengan lingkungan tersebut dengan baik.

Jika Anda mampu bersosialisasi dengan baik, maka Anda akan mampu membuka peluang keharmonisan keluarga Anda. Karena seseorang yang suka bersosialisasi umumnya akan disukai oleh masyarakat dan akan dijaga keamanan dan kenyamanannya.

13. Hindari Main Sosmed saat Berkumpul Bersama Keluarga

Jika sedang berkumpul bersama keluarga, curahkan waktu Anda sepenuhnya untuk mereka. Jangan malah sibuk sendiri main ponsel, main game, dan sosial media (sosmed). Buka akun sosmed, kepoin postingan teman, apalagi diam-diam masih penasaran sama mantan pacar. Duh, jangan cari masalah.

Ketahuan pasangan dan membuatnya cemburu, hubungan kalian yang awalnya harmonis bisa menjadi petaka. Jadi sebaiknya hindari main gadget bila sedang bersama keluarga. Pernah dengar kan, gadget atau sosmed mendekatkan yang jauh, namun menjauhkan yang dekat.

14. Memperbaiki Hubungan yang Sudah Diambang Kehancuran

Memperbaiki hubungan keluarga agar tetap harmonis

Jika Anda dan pasangan sedang mengalami masa-masa buruk, pernikahan selalu diwarnai pertengkaran, bahkan diambang kehancuran atau perceraian, coba perbaiki hubungan dengan cara:

Tenang dan berpikir

Jangan gegabah untuk melontarkan kata cerai dalam sebuah pernikahan. Apalagi kalau Anda sudah punya anak. Pikirkan perasaan dan kesehatan mental anak. Hati mereka pasti akan terguncang bila orang tuanya sampai berpisah. Dalam hal ini, orangtua harus berjiwa besar, mengalah demi anak.

Singkirkan sifat egois dalam diri masing-masing. Berpikir jernih sebelum bertindak lebih jauh. Dengan bertengkar,atau berpisah tidak akan menyelesaikan masalah. Tenangkan dulu pikiran dan hati Anda serta pasangan, agar tensi emosi reda. Begitu sudah dingin, Anda dan pasangan dapat berdiskusi lagi. Mencari solusi atas persoalan yang datang.

Segera menyadari kesalahan dan minta maaf Saat menenangkan diri dan berpikir, Anda dan pasangan dapat introspeksi diri kesalahan yang telah dilakukan. Apa kesalahannya dan apa penyebabnya. Bicarakan baik-baik. Contohnya pasangan Anda mencoba selingkuh. Kenapa selingkuh? Mungkin saja karena Anda selama ini kurang mencurahkan perhatian dan kasih sayang, kasar, sehingga membuat pasangan Anda tidak betah.

Dengan menyadari kesalahan masing-masing, cobalah untuk meminta maaf. Jangan gengsi satu sama lain. Minta maaf duluan bukan berarti salah atau benar, tapi merupakan cara agar masalah tidak berlarut-larut. Begitu sudah saling memaafkan, Anda dan pasangan mencari jalan keluarnya agar masalah yang sama tidak terulang kembali. Perlu diingat, jangan pernah mengungkit masalah ini di kemudian hari bila terjadi cekcok lagi.

Demikianlah tulisan ini saya tutup, semoga kita bisa menjaga keharmonisan keluarga, sehingga kita bisa mencapai kebahagiaan dunia hingga akhirat bersama pasangan tercinta beserta anak keturunan. Amin, semoga manfaat.

*Penulis Alumni STAIN Jember (sekarang UIN KHAS Jember), sekarang aktif di LBH Adhikara Pancasila Indonesia (API), juga sebagai tim Hukum media berita Nasional Zona Post Indonesia.

0 Comments: