Headlines
Loading...
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Togo Ambarsari Bondowoso, Gelar Workshop Kurikulum Kampus Merdeka

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Togo Ambarsari Bondowoso, Gelar Workshop Kurikulum Kampus Merdeka

BONDOWOSO – Perbaikan kualitas pendidikan tinggi dan continution improvemen  mutu yang tinggi terus terus dilakukan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Togo Ambarsari Bondowoso. Kali ini Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Togo Ambarsari Bondowoso menggelar kegiatan Workshop dengan tema “Kurikulum Merdeka Belajar - Kampus  Merdeka” di Aula Kampus pada hari sabtu 11 September 2021.

Acara Workshop ini dihadiri oleh Bupati Bondowoso, Drs. KH. Salwa Arifin dan seluruh jajaran pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Lora Miftahus Surur, SE. Sy. M.H. selaku Ketua Yayasan, Lora. H. Atok Urrahman selaku Kabid Pendidikan dan H. Hosnan selaku Kabid Pesantren, Dr. Hasan Sayfullah, M.HI Ketua Senat dan juga dua pemateri ahli dalam kurikulum, Dr. Moehammad Fathurrozi, M.Si dan Dr. Rifa'i, M.Pd.I.

Foto: Dr. Moehammad Fathurrozi, M.Si

Foto: Dr. Rifa'i, M.Pd.I.

Hal ini tentu adalah sebuah support berharga dalam upaya membangun kualitas pendidikan tinggi sebagai ujung tombak perbaikan pendidikan di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Mambaul Ulum. Kurikulum merupakan pijakan utama dalam memetakan grand-design out-put pendidikan pesantren agar sesuai dengan Visi dan Misi Manbaul Ulum.

Ning Hj. Masyarafatul Manna Wassalwa, M.Pd sebagai ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Togo Ambarsari Bondowoswo menyampaikan “Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Togo Ambarsari Bondowoso adalah lembaga tertinggi di Pondok Pesantren Manbaul Ulum. Jadi, mau tidak mau harus menjadi the role model bagi lembaga pendidikan di bawahnya. Tidak ada jalan lain, kecuali harus segera berbenah dalam segala aspek, dan penyusunan kurikulum adalah sebuah langkah awal dan mendasar.” ungkapnya. Sabtu, (11/09/2021)

Dalam sambutannya, Ia menegaskan bahwa Workshop Penyusunan Kurikulum Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka ini tentunya adalah sebuah upaya untuk berbenah, sedangkan orientasi utamanya adalah perbaikan kualitas layanan yang optimal bagi mahasiswa dan masyarakat.

Dalam kesempatan berbeda, Misbahul Munir, M.Pd sebagai Ketua Prodi Pendidikan Agama Islam sekaligus Ketua Panitia  dalam acara ini menyampaikan “Penyusunan kurikulum pendidikan tinggi adalah sebuh kerja yang harus diseriusi, artinya direncanakan dengan matang, dieksekusi semaksimal mungkin dan dievalusi secara objektif. Mengelola kampus bukan sesuatu yang main-main, banyak elemen-elemen yang harus dipertaruhkan." tegasnya.

Drs. KH. Salwa Arifin dalam sambutannya menjelaskan “Mengembangkan kampus agar maju adalah sebuah keniscayaan, sebab itu adalah tuntutan zaman, seperti dengan menyelenggarakan workshop seperti ini. Hanya patut diingat bahwa kita jangan terpaku hanya pada apa yang dikonseptualisasi oleh orang-orang sekarang, ulama di zaman dahulu seperti Imam al-Ghazali, Imam an-Nawawi dan Imam as-Suyuti, yang sangat hebat dalam khazanah pesantren, meski tidak melewati track kurikulum seperti ini. Alhasil, kita harus mampu mengintegrasikan tuntutan zaman dengan khazanah salaf yang sangat baik, agar terjadi check and balance.” jelasnya

Akhirnya, Civitas akademik Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Togo Ambarsari Bondowoso menyampaikan terima kasih kepada semua elemen yang hadir dalam acara tersebut, terutama para tamu undangan yang telah meluangkan waktu dan mengikuti acara tersebut demi mensupport dan penguat komitmen lembaga pendidikan tinggi untuk berkembang dan optimal dalam membangun kesadaran berpendidikan di tengah masyarakat.

PEWARTA: ACHMAD GHOZI

0 Comments: