Headlines
Loading...
PMII BONDOWOSO, MENGUTUK KERAS AKSI DANGDUTAN KADISDIKBUD BONDOWOSO

PMII BONDOWOSO, MENGUTUK KERAS AKSI DANGDUTAN KADISDIKBUD BONDOWOSO

BONDOWOSO - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Bondowoso mengutuk keras aksi dangdutan abaikan prokes yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Bondowoso, Drs. Sugiono Eksantoso beberapa hari lalu.

PC PMII Kabupaten Bondowoso menilai, aksi sugiono sangat tidak elok dan sepantasnya tidak dilakukan pada masa PPKM. Karena saat ini, semua elemen masyarakat sedang bersusah payah dalam menangani pandemi covid 19. Semua elemen berupaya meminimalisir penyebaran virus ini.

M. Daimul Ichsan, Sekretaris Umum PC PMII Bondowoso menilai, tindakan tersebut sangat tidak elok dilakukan oleh pejabat publik, terlebih seorang kepala dinas pendidikan.

"Sangat tidak elok saya rasa hal itu dilakukan oleh seorang pejabat publik, sebab dibawah peserta didik diajarkan pendidikan akhlak, pendidikan karakter, sementara kepala dinasnya berjoget sambil dangdutan dengan seorang wanita." Ucap Daim kepada media. Minggu, (12/09/2021)

"Parahnya lagi, lanjut Daim, hal itu dilakukan saat di Bondowoso masih menjalani masa PPKM dan mengabaikan protokol kesehatan. Seharusnya seorang figur memberikan contoh yang baik pada generasi bangsa untuk mematuhi protokol kesehatan, bukan malah asyik dangdutan.” Sambungnya.

Sementara Saiful Khoir, Ketua Umum PC PMII Bondowoso mengutuk keras tindakan tersebut dan meminta kepada Bupati Bondowoso untuk memberi sanksi keras kepada Sugiono Eksantoso atas kejadian tak etis tersebut.

"Bupati Bondowoso harus bertindak tegas dalam kasus ini, tidak boleh ada pembiaran agar tidak menimbulkan kecemburuan dalam masyarakat dalam penindakan kasus pelanggar prokes pada masa PPKM.” jelasnya

Khoir menambahkan "Jika tidak, maka akan hilang kepercayaan masyarakat kepada pemerintah dalam hal keadilan, masyarakat akan memandang pemerintah pandang bulu dalam hal pelanggaran, sebab semua mekanisme sudah diatur dalam UU No 2 Tahun 2020 tentang Pandemi Covid-19, Peraturan Pemerintah No 21 Tahun 2021, Permendagri No 20 Tahun 2020.” Pungkasnya.

Sebelumnya sudah diberitakan bahwa ulah Kadisdikbud Bondowoso ini telah viral dan menjadi konsumsi publik. Selain melanggar prokes, aksi joget dan dangdutan tersebut masyarakat menilai tidak etis dilakukan dan mencederai citra baik pendidikan itu sendiri.

PEWARTA: IMRON RASYIDI

0 Comments: