Headlines
Loading...
Mahasiswa KKN BTV 3 UNEJ Menggaet Pelaku UMKM Budidaya Ikan Nila Untuk Menerapkan Pemasaran Digital di Era Pandemi

Mahasiswa KKN BTV 3 UNEJ Menggaet Pelaku UMKM Budidaya Ikan Nila Untuk Menerapkan Pemasaran Digital di Era Pandemi

BONDOWOSO - Gunawan Tirto Ganudi (22 Th) Mahasiswa Kelahiran Bondowoso, yang memiliki hobi memancing itu diterjunkan oleh Kampus Universitas Jember untuk melakukan kegiatan KKN Back To Village 3 kepada masyarakat.

Pada kegiatan KKN BTV 3 UNEJ, menurut Gunawan Tirto, mahasiswa Fakultas Pertanian UNEJ sebagai peserta KKN mengemukakan bahwa "Di masa pandemi Covid-19 banyak para pelaku UMKM yang mengalami masalah pada sektor pemasaran" Katanya saat dikonfirmasi pada Rabu, (01/09/2021).

Pada kesempatan yang diberikan kampus dalam melakukan penerjunan langsung di tengah kegiatan masyarakat dalam rangka kegiatan KKN, Gunawan mengungkapkan bahwa dirinya diterjunkan oleh kampus agar dapat melihat dan membantu masyarakat dalam penanganan masalah yang ditimbulkan karena adanya pandemi Covid-19.

“Tantangan yang dihadapi dalam kegiatan KKN BTV 3 UNEJ ini yaitu dihadapkan pada permasalahan ekonomi dan pembatasan kegiatan yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia. Dengan adanya peraturan pembatasan kegiatan (PPKM) oleh pemerintah membuat kinerja dan jalannya program yang akan dilaksanakan cukup sulit akibat harus melakukan pertemuan melalui daring (online)" Tutur Gunawan.

Alangkah baiknya, menurut Gunawan, para pelaku UMKM untuk mengubah pola penjualan yang sebelumnya secara manual atau menawarkan produk secara langsung kepada masyarakat untuk beralih pada pemasaran melalui media digital atau secara online.

“Pemasaran digital pada saat ini, terutama bagi para pelaku UMKM, dirasa merupakan suatu hal yang sangat penting mengingat di masa pandemi Covid-19 saat ini dan dengan adanya peraturan pembatasan kegiatan masyarakat oleh pemerintah sehingga mengharuskan kita untuk melakukan kegiatan dirumah, membuat pemesanan barang atau kebutuhan hidup secara online menjadi tren yang sangat familiar di masyarakat” Jelasnya.

Penggunaan media sosial, menurut Gunawan merupakan suatu fenomena baru yang mulai berkembang sebagai media pemasaran produk, khususnya bagi para pelaku UMKM untuk memasarkan produk kepada khalayak. Tidak bisa dipungkiri bahwa pada saat ini segala aktivitas masyarakat banyak dilakukan melalui media sosial. Meskipun begitu, kata Gunawan "Penggunaan media sosial harus sesuai kaidah penggunaanya" Tegasnya.

Sasaran yang dituju sebagai pelaku untuk menjalankan programnya, Gunawan memilih bapak Alfian pria kelahiran Bondowoso salah satu pemilik wirausaha UMKM budidaya ikan nila di Desa Pancoran, Kecamatan Bondowoso. Menurut Gunawan, pemilihan UMKM budidaya ikan nila sebagai sasaran programnya diharapkan dapat membantu perkembangan dan pertumbuhan ekonomi budidaya ikan nila yang sedang dijalankan oleh bapak Alfian.

UMKM yang dijalankan oleh bapak Alfian mengalami permasalahan pada sektor pemasaran dan penjualan, di masa pandemi saat ini UMKM nya mengalami penurunan jumlah produksi dan pemasaran akibat pemberlakuan peraturan pemerintah mengenai pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

"Saya memilih UMKM budidaya ikan nila untuk menjalankan program KKN BTV UNEJ 3" Ujarnya.

Program yang dijalankan oleh Gunawan terdiri dari beberapa rangkaian, diantaranya yaitu membantu sasaran untuk membuat akun media sosial sebagai media pemasaran yang lebih luas dan secara global, supaya masyarakat lebih mengenal produk yang ia tawarkan dan  untuk memudahkan pemesanan produk. Program kedua yang dijalankan yaitu membantu sasaran untuk melakukan kerjasama dengan mitra, kerjasama yang dilakukan yaitu bisa dengan peminjaman modal dan pembagian hasil produksi.

“Dengan adanya kerjasama mitra diharapkan sasaran dapat menyerap aspirasi maupun pengalaman baru yang diberikan" Harap Gunawan.

Dengan adanya kegiatan KKN BTV 3 UNEJ, Gunawan juga berharap dapat membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 khususnya bagi para pelaku UMKM untuk dapat bertahan dan berkembang di tengah masa pandemi saat ini.

PEWARTA: IMRON RASYIDI

0 Comments: