Headlines
Loading...
Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Situbondo, Gelar Sosialisasi Bea Cukai

Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Situbondo, Gelar Sosialisasi Bea Cukai

SITUBONDO - Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Situbondo bekerja sama dengan Bea Cukai Jember terus melaksanakan Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Bidang Cukai dan Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal. Kali ini pelaksanaan kegiatan di lantai 2 ruang IR Pemerintah Kabupaten dan Aula Diskominfo secara video conference, Rabu (08/09/2021).

Kolaborasi Diskominfo Situbondo dengan Bea Cukai Jember dalam pelaksanaan sosialisasi tersebut digelar dengan protokol kesehatan yang ketat dan dibuka langsung oleh Kabid Komunikasi dan Informasi Publik, Dwi Setiyo Raharjo, S.Kom, M.Cs serta dihadiri oleh beberapa komunitas seperti Situbondo Kreatif, Misi Bahari, Vespa Sito, Apolo, Situbondo kreatif, Teras seni dan Stasiun Kopi (Ruang IR) serta perwakilan KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) yang bertempat di aula Diskominfo.

Dwi Setiyo Raharjo menyampaikan dengan kegiatan sosialisasi ini dapat menambah pengetahuan terkait cukai ilegal yang dilarang oleh Undang-Undang. Selain itu,beliau juga berharap pada masyarakat untuk lebih mengedepankan pembangunan bersama dengan tidak menggunakan barang kena cukai yang bersifat ilegal.

"Cukai dari masyarakat itu untuk dibangun kembali pada masyarakat," jelas Kabid Dwi Setiyo Raharjo, S.Kom, M.Cs

Kabid menambahkan, pihaknya menggandeng komunitas untuk berperan serta dalam membangun masyarakat juga memberi input pada pemerintah dalam pengambilan kebijakan.

Kemudian, secara virtual Kasi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Jember Febra Pathurrachman menyampaikan bahwa cukai adalah semacam pajak yang dikenakan atas barang dengan sifat dan karakteristik yang ditentukan oleh undang-undang.

Penggunaan DBHCHT yang ada di setiap daerah dapat mengurangi aktifitas para penjual rokok ilegal, juga bisa menurunkan peredarannya. Kemudian dasar dalam melakukan sosialisasi peredaran rokok ilegal menggunakan Undang-Undang tentang cukai No 11 Tahun 1995. Dan diperbaiki dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun Tahun 2007.

“Tujuan diadakannya sosialisasi untuk mengedukasi masyarakat tentang cukai secara umum, dan bisa memahami peredaran rokok ilegal yang merugikan pemerintah," terangnya.

PEWARTA: SIGIT PRAMONO

0 Comments: