Headlines
Loading...
3 Desa di Kecamatan Wongsorejo Dapat Bantuan Sumur Bor Dari Poker PDI Perjuangan Kabupaten Banyuwangi, Sudah Tahap Selesai.

3 Desa di Kecamatan Wongsorejo Dapat Bantuan Sumur Bor Dari Poker PDI Perjuangan Kabupaten Banyuwangi, Sudah Tahap Selesai.

BANYUWANGI - Bantuan sumur bor dari poker partai demokrasi Indonesia perjuang (PDIP) Kabupaten Banyuwangi  di wilayah Kecamatan Wongsorejo sudah terealisasi untuk 4 titik sumur bor di 3 Desa, yaitu 1 titik di Desa Bangsring, 2 titik di Desa Bengkak dan 1 titik di Desa Alasbuluh.

Bantuan sumur bor tersebut diberikan dalam rangka ikhtiar PDI Perjuangan Kabupaten Banyuwangi, ikut membantu ketersediaan kebutuhan sarana prasarana air bersih bagi masyarakat kecamatan Wongsorejo. Bantuan itu disalurkan melalui Dinas Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) bidang pengairan. Anggaran pertitik sumur bor Rp. 197.000.000,-. Rabu, (22/09/2021).

Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan kecamatan Wongsorejo Tomang LS pada media zona post Indonesia (ZPI) di rumahnya mengatakan bantuan sumur bor tersebut merupakan poker PDI Perjuangan, diserahkan oleh wakil Bupati Banyuwangi Sugirah  melalui Dinas PUPR Kabupaten Banyuwangi.

“Kecamatan Wongsorejo, ada 4 titik sumur bor di 3 Desa yaitu Bangsring 1 titik, Bengkak 2 titik, Alasbulu 1 titik.” jelasnya.

Selanjutnya Tomang menambahkan bahwa seluruh pengerjaan proyek sumur bor itu sudah tahap penyelesaian namun khusus untuk yang di desa Alasbuluh dihentikan karena ada hal yang perlu diperjelas antara pihak 1 (pemilik tanah) dan pihak II selaku pelaksana pengerjaan sumur bor (CV). Agar lebih jelas maka temui Kepala Desa dan pemilik lahan supaya tidak ada dugaan-dugaan yang tidak jelas. Ini murni kita membantu selanjutnya diserahkan pada masyarakat untuk memanfaatkan bantuan sumur bor tersebut.

“Kita tidak ikut campur dalam masalah di Alasbuluh itu, kita ikhtiar membantu. Sebaiknya tanya ke Pak Kepala Desa.” imbuhnya.

Pemilik lahan Totok saat dikonfirmasi di rumahnya menuturkan kalau dalam hal pengerjaaan proyek sumur itu tidak ada masalah, termasuk tanah tempat sumur bor itu tidak ada masalah.

“Saya ijinkan sumur bor itu di atas tanah saya demi kepentingan semua masyarakat yang membutuhkan air bersih, bukan untuk saya pribadi.” ujar totok.

Menurut totok nanti jika air bersih itu sudah mengalir akan dikelola dan disalurkan pada masyarakat, bukan kemudian sumur air bersih itu menjadi hak pribadi, tapi menjadi milik bersama yang harus dikelola bersama-sama. 

Apabila ada dugaan sebenarnya letak sumur bor itu di pal 5 barat rumah kepala desa, saya tidak dalam kapasitas untuk menjelaskan. yang saya ketahui proyek sumur bor itu tahu-tahu datang dan menemui saya untuk minta ijin melakukan pengeboran di atas tanah saya. Kemudian saya ijinkan karena demi masyarakat yang membutuhkan air. saya kira pengerjaan sumur bor itu tidak ada masalah.

“Tanahnya milik saya tapi sumur bornya kan milik semua masyarakat, kita akan kelola bersama agar manfaatnya bisa dirasakan bersama-sama.” pungkasnya.

PEWARTA: ROFI'I. 

0 Comments: