Headlines
Loading...
UPAYA PETUGAS KECAMATAN DI SURABAYA ANTAR PASIEN RUJUKAN COVID-19

UPAYA PETUGAS KECAMATAN DI SURABAYA ANTAR PASIEN RUJUKAN COVID-19

SURABAYA - Mengevakuasi pasien Covid-19 ke Hotel Asrama Haji tidaklah mudah. Dibutuhkan perjuangan. Petugas harus pandai merayu. Bahkan, mereka harus dijemput mobil dinas dari kecamatan, di lokasi yang sudah disediakan yaitu Puskesmas terdekat di tempat.

Mengenakan Protokol kesehatan, sopir petugas kecamatan keluar dari kendaraan. Bukan mobil ambulans. Melainkan mobil multipurpose vehicle (MPV) plat merah. Kedatangannya disambut petugas yang berjaga di Puskesmas Lidah Kulon Surabaya.

Pintu belakang dibuka dan Petugas dari puskesmas mulai menghampiri pasien tersebut. Terutama melihat saturasi oksigen. Alhamdulillah. Semuanya baik.

Tindakan menyesuaikan standard operating procedure (SOP), begitupula salah satu keluarga pasien satu per satu barang dinaikan mobil. Sebagian besar adalah kebutuhan pribadi pasien Covid-19 yang nanti tidur berhari-hari di Hotel Asrama Haji , Jika sehat dan negatif, mereka baru boleh pulang.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kecamatan Lakarsantri , Zainal  melihat dan memantau jajaran anggotanya secara daring. Selasa,(10/08/2021) pukul 21:45 Wib.

Lambaian tangan pun dilakukan untuk memberikan semangat kepada pasien. ”Semangat ya, Pak. Pasti sembuh,’’ kata salah satu petugas Puskesmas.

Upaya membawa pasien Covid-19 ke rumah sehat tidak seperti membalikkan telapak tangan, tapi penuh perjuangan. Berbagai cara pun dilakukan, mulai merayu hingga berdebat. Pendekatan humanis menjadi kunci. Terutama pada pasien tidak bergejala. Mereka beranggapan kondisinya baik-baik saja.

Apalagi jika pasien sudah berumur. Membujuknya lebih susah. Sebab, keluarganya tidak rela. Alasannya, perawatan jauh lebih baik jika dilakukan oleh keluarga. Terlebih pasien harus menginap di tempat isolasi.

Karena itu, petugas harus pintar merayu. Harus bisa meyakinkan pasien. membujuk pasien tidaklah mudah. Harus sabar. ’’Saya pun harus berkali-kali menghubungi keluarganya. Agar mau dibawa ke rumah sehat,’’ terang Petugas yang sedang jaga malam di Puskesmas

Cara itu juga merupakan pencegahan untuk memutus rantai persebaran Covid-19. Sebab, pasien dikhawatirkan datang sendiri dengan naik becak atau taksi online. Nah, jika itu terjadi, malah tambah bahaya. Apalagi pasien tersebut tanpa gejala dan kondisinya sehat. Orang lain pun tidak akan curiga.

PEWARTA: OKIK

0 Comments: