Headlines
Loading...
Tingkatkan Pemahaman ke-Aswajaan Kepada Masyarakat, MWC NU Sukosari Adakan Ngaji Kitab Bidayatul Hidayah

Tingkatkan Pemahaman ke-Aswajaan Kepada Masyarakat, MWC NU Sukosari Adakan Ngaji Kitab Bidayatul Hidayah

BONDOWOSO - Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Sukosari adakan kajian Kitab Bidayatul Hidayah yang bertempat di Kantor MWC NU Sukosari, Bondowoso. Minggu (15/08/2021).

Kajian kitab tersebut bukan hanya dihadiri oleh Pengurus MWC NU Sukosari, melainkan juga melibatkan masyarakat sekitar. Kiai Wahid Hasyim, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sukosari menjadi pemateri dalam acara kajian Kitab Bidayatul Hidayah.

Ustad Fajri, Ketua MWC NU Sukosari menyampaikan bahwa maksud dan tujuan diadakannya acara kajian kitab adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya berilmu dan menambah pemahaman tentang Ke-Aswajaan.

Ustad Fajri juga menjelaskan bahwa Kajian Kitab Bidayatul Hidayah itu sudah lama dan tetap eksis jika dibandingkan dengan usia manusia karena kajian kitab ini sudah hampir dewasa.

"Karena sudah 15 tahun yang lalu mulainya kajian kitab ini semenjak terpilihnya ketua MWC NU Sukosari.” Ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan Kajian Kitab Kuning tersebut sempat mengalami pasang surut di tengah Pandemi saat ini.

“Sampai hari ini tetap berjalan dengan maksimal. Sempat tidak aktif beberapa bulan karena adanya wabah. Setelah itu, aktif kembali dengan tetap melaksanakan prokes yang ditentukan oleh pemerintah.” jelasnya

Kajian kitab kuning itu diawali dengan tawassul yang langsung dipimpin oleh Kiai Wahid Hasyim selaku Ketua MUI Kecamatan Sukosari.

Isi dari Kajian Kitab menjelaskan tentang pentingnya bersyukur kepada Allah Swt atas pertolongan yang diberikan melalui hamba-Nya.

“Orang yang dimintai tolong lalu ditolong, berterima kasihlah kepada Allah terlebih dahulu, lalu berterima kasihlah kepada manusia yang sudah menolongnya." Jelasnya.

Selain itu ia juga menjelaskan tentang larangan menjadi orang yang munafik.

“Jadilah orang mukmin yang baik karena orang munafik itu tidak baik. Jika ada teman yang sombong atau kelakuannya jelek, kita tidak boleh mencaci maki orang tersebut, tapi doakan supaya mereka yang sombong menjadi tidak sombong dan berubah menjadi baik, lalu selebihnya pasrahkan kepada Allah Swt.” Terangnya.

Kajian tersebut diakhiri dengan pembacaan Sholawat Nariyah dan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kiai Wahid Hasyim.

PEWARTA: IMRON RASYIDI

0 Comments: