Headlines
Loading...

Oleh: Muhalli, M.Pd*

Sebuah program institusional pendidikan, apa pun bentuk dan jenisnya, pasti melibatkan serangkaian manajerial yang sistematis. Hal itu tak lain karena melibatkan berbagai elemen struktural yang masing-masing memiliki kontribusi dalam mewujudkan realisasi program tersebut.

Mulai dari manajer sebagai elemen teratas dan ujung tombak pelaksanaan program hingga peserta didik sebagai elemen terbawah dalam struktur pendidikan, namun keberadaanya paling sentral dan menentukan karena tak lain, mereka adalah objek dari program pendidikan.

Dengan demikian, program pendidikan dalam suatu institusi adalah tanggung jawab semua elemen dan stakeholders dalam institusi tersebut.

Peserta didik secara struktural adalah objek pengelolaan dan pelayanan program pendidikan. Sebetulnya, mereka adalah elemen paling sentral dari semua program karena hilir dari semua upaya institusi dalam berbagai programnya adalah untuk peserta didik.

Posisinya layaknya rakyat dalam sistem politik demokrasi yang berslogan; Dari Rakyat, Oleh Rakyat dan Untuk Rakyat.

Jadi, kuasa riil dalam pelaksanaan pendidikan adalah berangkat dari elemen terbawah mengalir pada elemen atas dan kembali lagi ke bawah dalam bentuk pelayanan dan pengelolaan program.

Namun dalam pelaksanaannya, ini masih jauh dari itu. Hal itu tak lain karena semua elemen kurang memahami secara mendalam dalam melakukan kewajidan dan menerima haknya.

Bila setiap elemen pendidikan mengerti benar hak dan kewajibannya secara posisional dalam interaksi organisasional sebuah institusi pendidikan, tentu mewujudkan ritme proses pendidikan yang progressif dalam mewujudkan visi dan misi institusi akan lancar dan lebih mudah.

Bila tidak, maka setiap elemen akan terlbiat dalam friksi internal berupa saling menyalahkan atau saling sikut demi sebuah egoisme kuasa yang berefek buruk terhadap kerja dan sistem institusi secara keseluruhan.

Dalam konteks ini, peserta didik misalnya mahasiswa harus memenuhi kewajiban-kewajiban yang menjadi beban keharusannya. Mulai dari menyelesaikan administrasi baik berkas-berkas maupun keuangan yaitu membayar SPP dan beban biaya yang lain, sampai kawajiban ikut serta dan pro-aktif dalam mewujudkan perkuliahan dan pembelajaran yang aktif.

Dengan begitu, maka ia berhak menuntut pelayanan pendidikan dan kependidikan yang baik. Jadi, dalam hal ini, sesuatu yang ideal dalam pendidikan adalah keseimbangan antara pelaksanaan kewajiban dan penerimaan hak.

*Dosen Prodi PAI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Togo Ambarsari Bondowoso

0 Comments: