Headlines
Loading...

Oleh: KHOFIFAH, Mahasiswi PAI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Togo Ambarsari Bondowoso

Gender merupakan istilah bahasa inggris, memang dalam istilah inggris tidak diketahui secara jelas perbedaannya antara pengertian gender dan seks, seringkali gender disamakan dengan seks. Ketika gender dan seks dipahami dalam satu pengertian, ini menjadi salah satu faktor yang memunculkan sikap tidak bisa menerima analisis gender dalam memecahkan masalah ketidakadilan sosial dalam hubungan laki-laki dan perempuan.

Dalam al-Qanun yang berjudul,Jurnal Pemikiran dan Pembaharuan Hukum Islam, Gender diartikan tidak sama dengan Seks. Misalnya Seorang Perempuan itu lemah lembut, cantik, emosional, dan keibuan. Sedangkan laki-laki itu kuat, rasional, jantan dan perkasa. Sifat-sifat ini bisa berubah dan bertukar dari turun waktu ke waktu dan dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Misalnya pada zaman dahulu perempuan lebih kuat dari laki-laki.[1]

Pengertian seks (jenis kelamin) adalah pembedaan dua jenis kelamin manusia secara biologis.[2] Alat-alat yang bersifat biologis tersebut tidak bisa dipertukarkan anatara yang dimiliki oleh perempuan dan yang dimiliki oleh laki-laki. Secara permanen tidak dapat berubah dan merupakan ketentuan biologis atau yang sering disebut dengan kodrat atau ketentuan Tuhan.

Sedangkan gender berasal dari Kata “Jender” dalam bahasa Inggris, gender, berarti “jenis kelamin”. Lain dengan kamus  Webster’s, yang mengartikan gender adalah perbedaan yang tampak antara laki-laki dan perempuan yang dilihat dari segi nilai dan tingkah laku.[3]

Jadi Gender ialah tentang perbedaan peran, fungsi, dan tanggung jawab antara perempuan dan laki-laki yang berasal dari konstruksi sosial budaya dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan zaman.[4] Memang, dalam artinya gender bermakna jenis kelamin namun gender merupakan perbedaan jenis kelamin yang tidak disebabkan oleh perbedaan biologis dan bukan kodrat Tuhan, tetapi diciptakan baik oleh laki-laki atau perempuan melalui proses sosial budaya yang panjang.[5]

Gender adalah bentuk sosial yang bukan bawaan dari lahir sehingga dapat dibentuk atau diubah tergantung dari tempat, waktu, suku/ras/bangsa, budaya, status sosial, ekonomi dan bukan kodrat Tuhan. Sedangkan seks merupakan kodrat Tuhan yang berlaku sepanjang masa dan tidak dapat diubah dan dipertukarkan antara jenis kelamin laki-laki dan perempuan.

Dalam pendidikan, harusnya perempuan juga mendapatkan pendidikan yang setara dengan laki-laki. Ada beberapa ketimpangan gender dalam dunia pendidikan yaitu perempuan cenderung memiliki kesempatan yang lebih kecil dan lebih sempit daripada lakilaki dalam jenjang pendidikan. Hal ini juga bisa diamati dalam buku pelajaran, kebanyakan perempuan diletakkan dalam peran domestik tetapi laki-laki diposisikan dalam peran-peran publik.[6]



[1]   Al-Qanun; Jurnal Pemikiran dan Pembaharuan Hukum Islam. (Surabaya: Fakultas Syariah IAIN Sunan 

        Ampel,2005). H. 736-737


[2]   Riant Nugroho, Gender dan Strategi Pengaruh-utamaannya di Indonesia, (Yogyakarta: Pustaka pelajar,  

        2008), H. 2


[3]   Hasbi Indra, Potret Wanita Shalehah. (Jakarta: Permadani (2004), H. 242


[4]   Mufidah Ch, Bingkai Sosial Gender : Islam, Strukturasi, dan Kontruksi Sosial, (Malang : UIN Maliki Press,  

        2010), H. 5

[5]   Umi Sumbulah, Spektrum Gender: Kilasan Inklusi Gender di Perguruan Tinggi, (Malang: UIN Maliki Press, 

        2008), H. 6

[6]   Edi Susanto, Kurikulum Berbasis Gender (Membangun Pendidikan yang Berkesetaraan), Tadris Jurnal 

        Pendidikan Islam, Vol.4 :, no.1 (2009), H. 142


0 Comments: