Headlines
Loading...
KKN BTV 3 UNEJ, Beri Solusi UMKM Desa Lombok Kulon Dengan Program UMKM Go Digital

KKN BTV 3 UNEJ, Beri Solusi UMKM Desa Lombok Kulon Dengan Program UMKM Go Digital

BONDOWOSO - Mahasiswa Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah Universitas Jember yang tergabung dalam KKN BTV 3 Kelompok 15, Wildan Anfarinsyah Pratama melakukan sosialisasi dan pendampingan UMKM di Desa Lombok Kulon dengan Digital Marketing sejak Senin (16/08/2021) hingga Kamis (09/09/2021) mendatang.

Program UMKM Go Digital yang ia canangkan diharapkan dapat membantu warga dalam memasarkan produk dengan media sosial. Menurutnya, pemasaran melalui media sosial jangkauannya sangat cepat sehingga bisa mendatangkan konsumen baru tanpa harus keluar rumah.

“Cukup bekerja dengan jari, produk yang dijual akan mudah dijangkau oleh orang banyak,” katanya pada tim media zonapostindonesia.com, Selasa (30/08/2021).

Wildan melanjutkan, pemasaran di media sosial yang ia maksudkan adalah dengan membuat konten marketing kemudian diposting di media sosial, seperti facebook, whatsapp, dan instagram.

“Tiga aplikasi ini cukup familiar di masyarakat, tua mau pun muda. Sehingga dengan tiga aplikasi ini, apa pun yang kita jual akan mudah dijangkau,” tambahnya.

Wildan dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ir. Sundahri, PGDip. Agr. Sc., M.P memberikan solusi dan pendampingan UMKM Go Digital kepada Ibu Hosaimah (45) yang memiliki produk aneka olahan kue, tapi usahanya tidak terjangkau luas.

“Pemasaran produk Ibu Hosaimah ini hanya menggunakan teknik konvensional sehingga usahanya tidak begitu dikenal oleh khalayak umum. Pendapatannya tidak begitu banyak, bahkan menurun setelah Pandemi Covid-19 melanda,” tambahnya.

Usaha yang dimiliki Ibu Hosaimah ini bagi Wildan sangat menarik untuk dipasarkan di media sosial, karena olahan kuenya memiliki ciri khas tersendiri.

“Sayang sekali jika usaha Ibu Hosaimah ini dikenalkan kepada khalayak umum. Oleh karena itu, saya selalu mendampingi Ibu Hosaimah memasarkan produknya agar semakin dikenal banyak orang,” ungkapnya.

Wildan selalu mengajak Ibu Hosaimah untuk melakukan inovasi kreatif agar usahanya bisa berdaya saing di dunia marketing.

“Ibu Hosaimah saya bantu untuk memperbaiki kemasan kuenya, seperti ditempeli logo kemudian dipasarkan di media sosial,” jelasnya.

Menurut Wildan, produk yang kemasannya menggunakan label sangat penting karena lebih dipercaya dan dapat berdaya saing.

“Selain itu, juga dapat menarik minat konsumen baru, apalagi pemasarannya di media sosial yang jangkauannya sangat besar. Dengan strategi pemasaran di media sosial ini saya yakin, Ibu Hosaimah akan kebanjiran pesanan,” jelasnya.

PEWARTA: MUHLAS

0 Comments: