Headlines
Loading...
 KKMT STIT Togo Ambarsari, Lakukan Pendampingan al-Qur'an dan Integrasi Ilmu Pengetahuan di SD Darut Thalabah Wonosari

KKMT STIT Togo Ambarsari, Lakukan Pendampingan al-Qur'an dan Integrasi Ilmu Pengetahuan di SD Darut Thalabah Wonosari

BONDOWOSO - Sebagai sebuah kewajiban dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Kuliah Kerja Mahasiswa Terpadu (KKMT) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Togo Ambarsari Bondowoso melakukan pendampingan pengajian al-Qur'an di SD Darut Thalabah Desa Sumberkalong Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso pada Selasa, (31/08/2021).

Hal ini dilakukan setelah sebelumnya mereka menyampaikan surat rekomendasi pengabdian kepada masyarakat yang dikeluarkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) STIT Togo Ambarsari Bondowoso kepada pihak pengelola Lembaga SD Darut Thalabah.

SD Darut Thalabah Wonosari ini dipilih oleh para Mahasiswa sebagai objek khidmah atau pengabdian kepada masyarakat sebab unik dan berbeda dari yang lain, terutama posisi Pendidikan Agama Islam sebagai basis utama dalam kebijakan pembelajaran yang diterapkan.

Ni'matul Maula, Koordinator Kelompok 4 yang ber-KKMT di SD Darut Thalabah Wonosari ini, mengkonfirmasi bahwa SD Darut Thalabah adalah sekolah yang menerapkan pembelajaran al-Qur'an dan Pendidikan Agama Islam sebagai nuansa utama dalam semua pengajaran dan pembelajarannya.

“Hal ini tidak seperti biasa terjadi di Sekolah Dasar pada umumnya, yang seringkali masih ada dikotomi ilmu pengetahuan agama dan umum. Integrasi ilmu agama dan umum adalah sebuah model pandangan yang diupayakan, sehingga siswa diharapkan bisa menjadi output yang bisa berjuang di manapun dan dalam dimensi apapun.” ungkapnya

Di lain hal, Misbahul Munir sebagai Dosen Pembimbing Lapangan menyatakan para mahasiswa di kelompok 4 ini, yang kebanyakan berlatar belakang Pendidikan Agama Islam, memang diarahkan pada sekolah atau lembaga pendidikan yang berparadigma integratif dalam pembelajarannya.

“Institusi pendidikan yang memadukan kurikulum agama dan umum, tanpa ada dikotomi ilmu pengetahuan,” begitu jelasnya.

Dengan mengutip Naquib al-Attas dan Isma'il al-Faruqi, Ia menjelaskan panjang lebar tentang Islamisasi ilmu pengetahuan dan pentingnya integrasi dan interkoneksi antar keilmuan dalam Islam. “Tanpa ada dikotomi, yang sebetulnya dalam lacakan sejarah adalah warisan pendidikan Belanda.”pungkasnya.

PEWARTA: IMRON ROSYIDI

0 Comments: