Headlines
Loading...
Kajian Kitab Bidayatul Hidayah, Rutin Dilakukan MWCNU Sukosari Guna Menangkal Paham Radikal

Kajian Kitab Bidayatul Hidayah, Rutin Dilakukan MWCNU Sukosari Guna Menangkal Paham Radikal

BONDOWOSO - MWCNU Sukosari kembali mengadakan kegiatan rutinannya yakni Kajian Kitab Bidayatul Hidayah. Kegiatan itu dilaksanakan secara rutin di Kantor MWC NU Kecamatan Sukosari, Bondowoso (29/08/2021). 

Tujuan diadakannya Kajian Kitab Bidayatul Hidayah untuk menanamkan pemahaman Ahlussunnah Waljamaah kepada masyarakat.

"Sebab pemahaman-pemahaman selain Ahlussunah Waljamaah sudah mulai masuk dan merajalela yang selalu sesat menyesatkan satu sama lain yang tak sejalan dengan kelompoknya" Ucap Kiai Wahid Hasyim selaku Pemateri yang memimpin kajian kitab.

"Bahkan gampang mencari kesalahan-kesalahan orang lain, kelompok-kelompok mereka yang terus menyesatkan. Nah maka dari Itu WMCNU Sukosari konsisten untuk melakukan kajian kajian kitab agar tak mudah dipengaruhi oleh paham-paham radikal, agar tak mudah mengkafir-kafirkan orang lain" Tegasnya.

Lebih lanjut, isi dari kajian Kitab Bidayatul Hidayah tersebut membahas tentang pentingnya berhati hati dalam menjaga lisan dan tingkah laku yang pada intinya harus  memperbaiki ahlak di zaman sekarang.

"Dan kita tidak boleh memaksa untuk memperbaiki kejelekan orang lain, tugas kita hanya memberikan nasehat selebihnya pasrahkan kepada Allah" Kata Kiai Wahid.

Selain itu juga membahas tidak baiknya menjadi orang yang suka mengadu domba sehingga mengakibatkan pertikaian dan permusuhan antar sesama.

"Orang pinter tapi banyak nasmanaseh (red-madura), orang yang mengadu-ngadu tak akan masuk surga bagi orang seperti itu. Berbicara di barat dibawa ketimur, berbicara di timur di bawa kebarat, ini tidak baik untuk dilakukan karena hal itu bukan ajaran Islam yang benar" Pungkasnya.

Kegiatan Kajian Kita tersebut selain dihadiri oleh Pengurus MWCNU Sukosari juga dihadiri oleh masyarakat sekitar. Sebelum acara ditutup, diakhiri dengan Pembacaan Sholawat Nariyah dan Do'a yang dipimpin oleh Ustad Safi'i Karim.

PEWARTA: IMRON RASYIDI

0 Comments: