Headlines
Loading...

Oleh : Nur Azizahtus Kamil, Mahasiswi PAI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Togo Ambarsari Bondowoso

Dalam pandangan hukum Islam semua diciptakan Allah Swt. dengan kodrat. Demikian pula dengan manusia, baik laki-laki maupun perempuan sebagai seorang pribadi dan jenis kelamin yang memiliki kodratnya masing-masing.

Al-Quran mengakui adanya perbedaan anatomi antara laki-laki dan perempuan. Al-Quran juga mengakui bahwa gender berfungsi dengan cara merefleksikan perbedaan yang telah dirumuskan baik yang dipertahankan oleh budaya maupun dari kalangan kaum laki-laki maupun perempuan.

Namun kodrat perempuan sering kali menjadi alasan untuk mereduksi berbagai peran perempuan baik dalam ranah domestik maupum publik, kaum laki-laki diyakini memiliki derajat lebih tinggi dibandingkan dengan kaum perempuan.

Perbedaan yang seharusnya tidak diyakini sebagai sebuah kodrat telah menjadi kebudayaan dalam masyarakat yang telah dianut sekian lama, barang siapa yang berusaha merubahnya maka akan dianggap menyalahi kodrat Tuhan.

Secara mendasar, makna dari gender berbeda dengan seks (jenis kelamin biologis). Seks merupakan jenis kelamin biologis yang telah diberikan sejak lahir. Seperti laki-laki memiliki sperma dan lain-lain, sedangkan perempuan memiliki sel telur, rahim, dan lain-lain. Namun gender merupakan suatu konstruk sosial maupun cultur dalam masyarakat.

Dalam beberapa ayat Al-Qu’ran, gender telah banyak dibicarakan baik dalam bentuk relasi, hubungan, dan hak antara laki-laki dan perempuan dalam rumusan yang teratur, indah, dan berimbang.

Seperti halnya pada ayat pertama surat an-Nisa', bahwa Allah telah memyamakan kedudukan laki-laki dan perempuan sebagai hamba dan makhluk Allah Swt., yang masing-masing jika beramal soleh pasti akan diberi pahala sesuai dengan amalnya. Keduanua tercipta dari jiwa yang satu (nafsun wahidan), yang mengisyaratkan tidak ada perbedaan antara keduanya.

Perbedaan dalam tugas, kewajiban, dan hak merupakan sesuatu yang wajar dan sangat logis, bukanlah sesuatu yang didramatisir sehingga dapat merendahkan satu sama lain. Tetapi merupakan  bentuk sebuah keseimbangan hidup dan kehidupan.

0 Comments: