Headlines
Loading...
Dinas Sosial Kabupaten Situbondo, Salurkan Program Bantuan Jawa Timur Pemberdayaan Usaha Perempuan (Jatim Puspa) Kepada 34 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) Warga Desa Sumberkolak

Dinas Sosial Kabupaten Situbondo, Salurkan Program Bantuan Jawa Timur Pemberdayaan Usaha Perempuan (Jatim Puspa) Kepada 34 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) Warga Desa Sumberkolak

SITUBONDO - Pada masa pandemi covid 19, Dinas Sosial Kabupaten Situbondo kembali menyalurkan program bantuan Jawa Timur Pemberdayaan Usaha Perempuan (Jatim Puspa) kepada 34 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) warga Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan di balai Desa setempat. Kamis, (26/8/2021).

Samsuri, S.Sos., MM., selaku Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Situbondo menyampaikan bantuan Jatim Puspa yang diberikan kepada masyarakat Situbondo adalah program dari Provinsi Jawa Timur, yaitu bantuan modal usaha berupa barang keperluan untuk mengembangkan usaha di masa pandemi Covid-19. 

Jika dinominalkan dengan uang tunai bantuan Jatim Puspa senilai Rp. 2.500.000,- (Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah). Sehari sebelumnya juga dilakukan penyaluran bantuan serupa kepada 27 KPM di Desa Wringinanom Kecamatan Panarukan. 

"Perlu diketahui bantuan barang ini sesuai usaha yang dilakukan KPM. Kami menghimbau kepada para penerima bantuan program Jatim Puspa agar bisa memanfaatkan semaksimal mungkin guna meningkatkan pendapatan ekonomi keluarganya. Para penerima bantuan Jatim Puspa adalah perempuan yang tergraduasi atau sudah keluar dari penerima bantuan PKH. Jadi setiap bulannya tidak lagi menerima bantuan PKH reguler," jelasnya

Sementara itu saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Bapak Matyono selaku PJ Kepala Desa Sumberkolak menyampaikan atas nama Pemerintah Desa mengucapkan rasa terima kasih kepada Ibu Gubernur Jawa Timur atau Pemerintah Provinsi atas bantuannya. Diharapkan bantuan Jatim Puspa bisa berlanjut di tahun depan, karena Desa Sumberkolak wilayahnya luas dan peduduknya banyak. 

"Selama pelaksanaan penerimaan bantuan program Jatim Puspa tetap menerapkan protokol kesehatan dan untuk penyalurannya dibagi menjadi dua sesi, guna menghindari adanya kerumunan,"ungkapnya

PEWARTA: SIGIT PRAMONO

0 Comments: