Headlines
Loading...
Warga Desa Alasbulu Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi Utara, Diduga Lakukan Pencemaran Nama Baik

Warga Desa Alasbulu Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi Utara, Diduga Lakukan Pencemaran Nama Baik

BANYUWANGI - SRYN warga Desa Alasbuluh Kecamatan Wongsorejo dilaporkan istri Ed atas  dugaan pencemaran nama baik pada Ed dan keluarganya di jejaring media sosial.

Bermula dari akad jual beli Rumah antara ED selaku pemilik Rumah dan SRYN selaku pembeli, dalam kesepakatan keduanya, rumah itu akan di beli dengan harga Rp. 350.000.000,- dengan Dp awal Rp. 35.000.000,- yang akan dibayar secara berangsur.

Namun kemudian ED menjual rumahnya pada ARMW dengan harga Rp. 330.000.000,- karena butuh uang mendadak. Akad jual beli antara ED dan ARMW itu atas persetujuan SRYN dan keluarga dengan syarat uang yang Rp 35.000.000,- dikembalikan karena pihak SRYN tidak melakukan pembatalan akad jual beli atas rumah ED tersebut.

ED janji akan mengembalikan uang Dp itu setelah ARMW  melunasi pembayaran pembelian rumahnya.

Namun ketika pembayaran sudah lunas, ED mangkir dari janji mengembalikan uang Rp. 35.000.000,- itu pada SRYN dengan alasan yang tak masuk akal. Sabtu, (10/07/2021).

Ketua umum LSM LP-KPK Banyuwangi Drs. Sumahmo di rumahnya mengatakan sebagai lembaga yang menerima pengaduan dari istri ED atas dugaan pencemaran nama baik diri dan keluarganya lewat medsos, tentu akan segera melakukan tindak lanjut atas laporan warga tersebut, namun demikian akan dipelajari bukti-buktinya guna ditingkatkan pada tahap pelaporan.

“ini merupakan bagian dari tugas lembaga kami dalam membantu dan menjembatani permasalahan warga dalam mencari keadilan.” jelasnya.

Menurut Sumahmo seharusnya SRYN jangan melampiaskan amarahnya lewat postingan di medsos agar tidak terjadi masalah hukum. Postingannya diduga melanggar UU ITE dan KUHP pencemaran nama baik.

“Ini bukan masalah jual beli rumah lagi, tapi murni dugaan pencemaran nama baik lewat sosial media.” imbuhnya.

Dilain tempat SRYN didampingi suami di rumahnya, menjelaskan sebenarnya tak masalah rumah Ed dijual pada orang lain tapi ia minta uang Dp Rp. 35.000.000,- itu dikembalikan karena bukan pihak SRYN yang membatalkan kesepakatan jual beli rumah Ed.

Saat Ed ijin rumahnya mau dijual pada ARMW, ED berjanji pada SRYN, bahwa jika nantinya penjualan rumahnya dilunasi oleh ARMW, uang Dp itu akan dikembalikan namun setelah rumahnya dibayar lunas oleh ARMW justru Ed mangkir dari janjinya.

“Beberapa kali ditagih, ED selalu menghindar dengan janji-janji sampai kami merasa mau pinjam uang, padahal kami minta uang kami yang Rp. 35.000.000 itu.” ujarnya suami SRYN

HFF suami SRYN membenarkan apa yang dikatakan istrinya, “saya sampai bingung harus bagaimana menagihnya, sampai kemudian istri saya marah dan memposting amarahnya itu di akun Facebooknya. Sebagai manusia jelas kami kecewa dan marah karena awalnya bukan kita yang tertarik beli Rumah itu tapi Ed sendiri yang menawarkan pada kami lalu terjadi kesepakatan harga dan Dp itu.” Jelasnya.

“Sekarang kami tak ingin memperpanjang masalah karena kami sudah mengikhlaskan, dikembalikan Alhamdulillah, tidak dikembalikan tidak apa apa karena saya yakin Allah Swt. akan memberi gantinya.” tambahnya.

PEWARTA: ROFI'I

0 Comments: