Headlines
Loading...
Laksanakan Kegiatan MPLS Secara Daring,  SMKN 1 Tapen Gandeng Penyuluh Bidang Garapan Radikalisme dan Bidang Garapan KUB Kecamatan Tapen.

Laksanakan Kegiatan MPLS Secara Daring, SMKN 1 Tapen Gandeng Penyuluh Bidang Garapan Radikalisme dan Bidang Garapan KUB Kecamatan Tapen.

BONDOWOSOSehubungan dengan program kegiatan Masa Pengenalan lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2021-2022,  SMKN 1 Tapen Menggelar kegiatan MPLS secara daring.

Kegiatan MPLS tersebut dihadiri oleh, oleh Adi Sumantri selaku Koordinator Kegiatan MPLS SMKN 1 Tapen,  Dwi Yuni H.,  selaku Master of Ceremony (MC), dan 2 Narasumber (Ustad Moh.Hazin, S.Pd.I dan Ustad Ahmad Abu Sofya) dari Penyuluh Agama Islam Kecamatan Tapen, serta diikuti siswa baru secara daring. Rabu, (14/07/2021).

Asyik Sulaiman, S.Pd M.Pd, selaku kepala sekolah dalam hal ini diwakili oleh Adi Sumantri selaku Koordinator Kegiatan MPLS, menyampaikan, bahwa pada masa Pandemi Covid-19 kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak bisa dilaksanakan secara tatap muka, oleh karena itu SMKN 1 Tapen melaksanakan kegiatan MPLS secara daring dimana materi yang disampaikan wajib diikuti oleh seluruh siswa baru melalui link facebook yang dikelola oleh sekolah.

“Untuk  kegiatan MPLS kami laksanakan secara daring yaitu melalui link facebook yang disediakan oleh sekolah. Jadi siswa bisa mengikuti kegiatan MPLS dari rumah melalui link facebook tersebut tanpa harus hadir ke sekolah. Ini kami lakukan, sebagai wujud ikhtiar dan mematuhi penerapan PPKM darurat Covid-19, guna memutus mata rantai penularan covid-19 yang tak kunjung usai” Ujar Adi Sumantri.

Pelaksanaan kegiatan MPLS secara daring tersebut,  SMKN 1 Tapen bekerjasama dengan FKPAI Kecamatan Tapen, untuk mengisi materi tentang Pencegahan Pernikahan Dini dan Kerukunan Umat Beragama.

Ustad Moh.Hazin, S.Pd.I, Penyuluh Bidang Garapan Radikalisme, memberikan materi tentang Pencegahan Pernikahan Dini dan Ustad Ahmad Abu Sofya, memberikan penyuluhan tentang Kerukunan Umat Beragama kepada Siswa SMKN 1 Tapen dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara daring.

Dalam kegiatan MPLS tersebut Ustad Ahmad Abu Sofya menyampaikan bahwa sikap toleransi agama Islam sudah ditunjukkan melalui Piagam Madinah. Piagam Madinah  tersebut  merupakan satu contoh mengenai prinsip kemerdekaan beragama yang pernah dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW di Madinah.

Diantara butir-butir yang menegaskan toleransi beragama adalah sikap saling menghormati diantara agama yang ada dan tidak saling menyakiti serta saling melindungi anggota yang terikat dalam Piagam Madinah. Sikap melindungi dan saling tolong-menolong tanpa mempersoalkan perbedaan keyakinan juga muncul dalam sejumlah Hadis dan praktik Nabi.

Dalam konteks toleransi antar-umat beragama, Islam memiliki konsep yang jelas yaitu ‘Tidak ada paksaan dalam agama’ hal ini menjadi contoh populer dari toleransi dalam agama Islam, dan Islam sangat menjamin toleransi. Islam sangat menganjurkan ummatnya untuk berbuat baik terhadap pemeluk agama lain, dan itu sudah dicontohkan dan dipraktikkan oleh baginda Nabi Muhammad Saw, dan para sahabtnya.” jelas ustad Ahmad Abu Sofya

Selanjutnya dalam penyampaian materi Pencegahan Pernikahan Dini, Ustad Moh.Hazin, S.Pd.I, menjelaskan bahwa dalam membangun pernikahan, hendaklah memiliki tujuan yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Terkait pernikahan dini pemerintah merevisi Undang-Undang Perkawinan, Batas Usia Minimal Pernikahan 19 Tahun.

“Menurut saya terjadinya pernikahan dini itu karena kurang memahami pendewasaan perkawinan dan lebih mendahulukan ego dan hawa nafsu. Untuk itu perlu sekali bagi seseorang yang mau menikah untuk memahami kesiapan-kesiapan dalam menikah.” jelasnya

Beliau juga menambahkan “Kesiapan yang harus diperhatikan adalah kesiapan usia, dan ini sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan, maka batas minimal usia perkawinan yang tadinya 16 tahun berubah menjadi 19 tahun, hal ini dapat menekan terjadinya pernikahan dini. Saya berharap kepada siswa untuk fokus mencari ilmu dulu, dan baru nanti kalau sudah mencapai usia nikah bisa langsung ke Kantor KUA.” harap Ustad Moh.Hazin, S.Pd.I.

PEWARTA: ALI WAFI

0 Comments: