Headlines
Loading...
Pengerjaan Proyek P3A-TGAI Pondoknongko Kabat Banyuwangi, Tanpa Mesin Molen

Pengerjaan Proyek P3A-TGAI Pondoknongko Kabat Banyuwangi, Tanpa Mesin Molen

BANYUWANGI - Pelaksanaan pengerjaan proyek saluran irigasi bantuan dari kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR), Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Brantas lewat satker operasi dan pemeliharaan sumber daya air Brantas di Desa Pondoknongko Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi  sudah mencapai 30 persen pengerjaan. 

Dalam pengerjaannya dilakukan secara manual tanpa menggunakan mesin molen. 

Proyek yang dilaksanakan oleh P3A Tani Pondoknongko di daerah irigasi (DI) Pondoknongko itu dikerjakan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat sekitar sebagai bagian dari program padat karya tunai. 

Fungsi desa dalam pelaksanaan proyek tersebut sebagai fungsi kontrol dan pengawasan, yaitu mengontrol bahwa proyek tersebut benar-benar dikerjakan di wilayah desa itu dan memastikan proyek tersebut melibatkan warga masyarakat desa sebagai bagian dari program padat karya tunai dan juga mengawasi bahwa proyek selesai sesuai dengan waktu yang ditentukan. Rabu, (02-06-2021). 

Ikhwanuddin kepala pekerja proyek saat ditemui di lokasi membenarkan bahwa semua pekerja dalam pengerjaan proyek P3A - TGAI di Desa Pondoknongko dilakukan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat sekitar untuk ikut bekerja. 

Program padat karya dalam proyek ini amat sangat diperhatikan dan Ikhwanuddin juga mengakui kalau dalam pengerjaan itu dikerjakan secara manual, tidak menggunakan mesin molen. 

“Semua yang bekerja adalah warga asli Desa Pondoknongko, masalah Kenapa tidak menggunakan molen untuk adukan luluh, itu bukan kewenangan saya menjelaskan. sebaiknya tanyakan pada hippanya”. jelasnya. 

Ditemui di rumahnya, Rosyidi selalu pelaksana proyek juga membenarkan kalau  pengerjaan proyek itu tidak menggunakan molen, tapi dilakukan secara manual. 

Alasannya adalah untuk menjaga kemungkinan bahan semen dicuri oleh pekerja, sehingga kualitas pengerjaan bisa dimaksimalkan agar awet atau tahan lama. 

Untuk pekerja semua masyarakat yang mau bekerja disilahkan ikut kerja tapi harus sesuai dengan kuota yang dibutuhkan dan memiliki kemampuan dalam pengerjaan proyek  irigasi. 

Sebagai pelaksana proyek dari awal sudah menekankan bahwa yang bekerja harus masyarakat Desa Pondoknongko. Gaji mereka sesuai dengan RAP proyek. Proyek ini kami kerjakan sesuai dengan tahapan dan waktu yang ditentukan. 

“Kalau masalah molen saya akui memang tidak menggunakan mesin molen, yang penting bagi kami proyek selesai dengan waktu yang sudah ditentukan tanpa mengabaikan RAP Proyek" tegasnya. 

Pewarta  Rofi'i



0 Comments: