Headlines
Loading...
Misterius Proyek P3A TGAI Kelurahan Gombengsari Kalipuro Banyuwangi, Nyata Ada

Misterius Proyek P3A TGAI Kelurahan Gombengsari Kalipuro Banyuwangi, Nyata Ada

BANYUWANGI - Keberadaan proyek P3A TGAI Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) anggaran tahun 2020-2021 yang dikerjakan oleh P3A Tani Kelurahan Gombengsari Kecamatan Kalipuro Banyuwangi terkesan misterius.

Proyek dengan anggaran Rp.136.000.000,- itu dikerjakan dengan tidak memasang papan nama sebagai bagian yang wajib dilakukan oleh pelaksana proyek dan itu amanah dari Undang Undang  Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, dan Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Ketentuan Keterbukaan Informasi Publik.

Dalam pengerjaannya, proyek tersebut terindikasi adanya markup anggaran, hal itu dapat dilihat dari fisik pengerjaan pondasi dan lebar irigasi yang tidak sesuai dengan RAP gambar proyek dan pengerjaan proyek tersebut tidak menggunakan mesin molen.

Patut juga diduga proyek tersebut terindikasi ketentuan Undang Undang Tipikor yaitu Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pasal 07 item b.

Setiap orang yang bertugas mengawasi pembangunan atau penyerahan bahan bangunan, sengaja membiarkan perbuatan curang sebagaimana yang dimaksud pada item a.

Saat ini pengerjaan dihentikan karena pekerja menuntut tambahan upah kerja karena langsiran material jauh dari lokasi proyek. Senin (14/06/2021).

Utti Syafi’I, ketua pelaksana proyek pada media di rumahnya membenarkan bahwa proyek tersebut memang tidak memasang papan nama dan tidak menggunakan mesin molen.

Anggaran yang diterima juga sudah dialokasikan untuk pembelian material dan bayar upah pekerja. Karena proyek ini swakelola, maka yang bekerja semua warga Kelurahan Gombengsari.

“Anggaran yang kita terima adalah Rp.136.000.000,-. Untuk ongkos tukang Rp. 90.000,- dan kuli Rp.80.000,-. Luas panjang proyek adalah 300 M” ujarnya 

Oknum staf Kelurahan Gombengsari, Ridwan juga membenarkan semua yang disampaikan Pak Utti Syafi'I, termasuk tidak adanya papan nama pada pengerjaan proyek tersebut, padahal pengerjaan sudah mencapai 80 persen pengerjaan.

Seharusnya papan nama harus sudah dipasang agar masyarakat tahu bahwa di Kelurahan Gombengsari ada pengerjaan proyek irigasi.

“Ya mas terima kasih atas saran nya, Pak Utti Syafi’i biar segera bikin papan nama nya. Masalah pengerjaan yang utara itu memang pondasi dan lebar saluran irigasi nya 30 cm dan bila ada sisanya uang proyek, akan dibuat untuk menambah volume fisik proyek” jelasnya. 

PEWARTA: ROFI'I

0 Comments: