Headlines
Loading...
Masyarakat Diminta Tak Tertipu Oknum Mengaku Wartawan

Masyarakat Diminta Tak Tertipu Oknum Mengaku Wartawan

BONDOWOSO - Ketua Departemen Anggota dan Organisasi Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Pusat Yatimul Ainun, meminta masyarakat untuk tidak tertipu kepada oknum yang mengaku media dan jurnalis.

Menurutnya, saat ini sangat mudah membuat media, apalagi media online. “Tapi jutaan yang tidak layak disebut media”, tegas Ainun lewat pesan singkatnya.

Kata Ainun, saat ini banyak media juga menjadi dualisme fungsi dalam menjalankan tugasnya. “Jangan diladeni media yang nyambi jadi LSM, karena tidak ada aturan media nyambi LSM. Jika ada demikian (melakukan pemerasan) laporkan saja ke Polisi”, lugas Ainun menjabarkan.

Adapun media yang layak, mantan wartawan Kompas.com ini menyebutkan adalah mereka yang mengikuti aturan yang ada, sebagaimana diatur dalam Undang-undang Pers Tahun 1999 dan aturan lain.

“Ada beberapa aturan dan syarat ketentuan yang layak disebut media arus utama, yakni memiliki Perseroan Terbatas (PT) khusus perusahaan pers," bebernya.

Kemudian lanjut dia, seandainya tidak ada PT bisa menggunakan Yayasan atau Koperasi.

“Ingat bukan CV. Kemudian Terdaftar Dewan Pers, Terdaftar Administrasi dan Terverifikasi Faktual”, sebutnya.

Jika tidak demikian, kata dia, media tersebut tidak layak disebut media arus utama.

“Layaknya disebut media sosial, jika ada persoalan hukum bukan sengketa pers/media yang diatasi lewat ranah Dewan Pers. Tetapi langsung diatasi pihak kepolisian atau pidana”, pungkasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jatim, Syaiful Anam juga bernada sama.

Menurut Anam, media yang sehat itu ada dua hal, yaitu sehat konten pemberitaan dan perusahaan Persnya. “Konten pemberitaan minimal wartawannya bisa memahami dan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, beritanya harus akurat dan berimbang”, lugasnya.

 

Pewarta: Nurul Yqin

Editor: Muahamad Humayni

  

0 Comments: