Headlines
Loading...
AMSI Sebut, Bondowoso Masih Banyak Media Abal-abal

AMSI Sebut, Bondowoso Masih Banyak Media Abal-abal

 


BONDOWOSO - Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, dinilai masih banyak media abal-abal yang hanya dijadikan alat memeras kepada banyak pihak.

Seperti yang disampaikan oleh Yatimul Ainun, Ketua Departemen Anggota dan organisasi Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Pusat lewat pesan singkatnya.

“Termasuk di Bondowoso, masih banyak media abal-abal yang hanya menjadi alat untuk memeras banyak pihak”, tulis Ainun dalam pesan singkat, Senin (07/05/2021).

Menurut Ainun, setiap warga negara berhak mendirikan perusahaan media. Namun, harus melalui peraturan dan rambu-rambu yang benar sebagaimana diatur dalam Undang-undang Pers.

“Tapi ikuti aturan yang ada, ikuti UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan aturan lain yang terkait”, sebutnya.

Pemimpin media online Times Indonesia ini mengaku prihatin, dengan kondisi dunia jurnalistik saat ini.

“Kasihan yang betul-betul media atau betul-betul jurnalis”, imbuhnya menambahkan.

Dia juga mencontohkan, beberapa tulisan yang mana di dalamnya sangat tidak mencerminkan produk jurnalistik.

“Sekedar mengajak. Monggo semua pihak jangan malah mendukung media abal-abal, yang jelas tidak mendukung aturan Dewan Pers”, pintanya.

Adapun yang menjadi alasan, jika semakin didukung semakin memberi peluang menebar kebobrokan.

“Karena semakin didukung, malah akan semakin 'merdeka' menebar kebobrokan di dunia informasi dan jurnalisme”, pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya dibeberapa media, khusus di Bondowoso ada beberapa kejadian tertangkap tangan melakukan pemerasan mengatasnamakan media.

 

Pewarta: Nurul Yaqin

Editor: Muhammad Humayni


0 Comments: